Begini Meriahnya Perayaan Tahun Baru Imlek di Berbagai Negara

Iklan Sofyan Puasa
0 51

Jurnalsulawesi.com – Masyarakat keturunan China di berbagai negara merayakan Tahun Baru Imlek, Selasa (5/2/2019), dengan berdoa dan berbelanja. Perayaan Imlek tahun ini menandai dimulainya Tahun Babi Tanah.

Tak kalah pentingnya, Imlek juga identik dengan kumpul bersama keluarga sehingga tak heran jima tradisi mudik keturunan China terjadi di momentum ini.

Selain di China, perayaan Imlek juga berlangsung meriah di pecinan kota-kota besar Asia Tenggara serta Sydney, London, Vancouver, New York, dan lainnya.

Di China, pulang kampung sudah dimulai sejak beberapa pekan lalu. Ratusan juta orang memenuhi stasiun kereta, terminal bus, serta bandara. Banyak pula yang menggunakan kendaraan pribadi hingga menyebabkan kemacetan di mana-mana.

Babi melambangkan keberuntungan dan kekayaan dalam budaya Tiongkok sehingga perayaan Imlek tahun ini identik dengan barang dagangan, ucapan doa, serta yang tak kalah penting dekorasi babi itu sendiri.

Selama Festival Musim Semi yang berlangsung selama 40 hari atau dikenal juga dengan ‘Chunyun’, warga melakukan sekitar 3 miliar di seluruh China. Sementara jika dihitung pada golden week Tahun baru Imlek saja, diperkirakan 400 juta warga melakukan perjalanan.

Selain ke China, banyak pula warga yang berpergian ke luar negeri, seperti Thailand, Jepang, dan tujuan wisata favorit lainnya.

Mengutip dari agen perjalanan China Ctrip, sebagaimana dilaporkan Xinhua, diperkirakan 7 juta turis China melancong ke luar negeri selama Festival Musim Semi tahun ini.

Sementara itu di Hong Kong, pasar bunga dipenuhi warga untuk mencari anggrek dan bunga persik untuk menghiasi rumah. Kios-kios juga menawarkan serangkaian boneka, bantal, dan tas gendong bertema babi dengan bentuk beraneka ragam.

Ribuan pembawa dupa berdesakan di kuil Wong Tai Sin yang terkenal di kota itu pada Senin (4/2/2019) malam. Lokasi itu sekaligus menjadi tempat populer untuk menandai doa pertama di Tahun Baru.

Di Malaysia, beberapa pusat perbelanjaan memajang dekorasi babi, sementara banyak pula toko yang memilih menyimpannya di dalam. Ini sebagai bentuk penghormatan kepada muslim, mengingat sekitar 60 persen warga Malaysia pemeluk Islam. Sementara 25 persen dari total penduduk merupakan etnis China.

Para pedagang mengatakan, isu seputar binatang haram di Malaysia sangat sensitif. Meski demikian pada tahun ini isu tentang dekorasi babi di Imlek tak sampai mengemuka.

Di Indonesia, Imlek menjadi hari libur nasional. Meski tak banyak yang merayakan, perayaan Imlek berlangsung meriah terutama di pusat-pusat perbelanjaan. Pengelola pusat perbelanjaan dan tempat hiburan biasanya menyuguhkan atraksi barongsai serta panganan kue bulan dan jeruk.

Di Jepang, bangunan struktur ikonik Tokyo Tower turut memeriahkan dengan dekorasi serbamerah.

Di tempat lain, parade dan atraksi barongsai juga ramai kota-kota negara Barat seperti New York dan London.

Sementara itu para pemimpin negara yang bersahabat dengan China juga menyampaikan ucapan selamat. Presiden Pakistan Arif Alvi dan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen menyampaikan salam Tahun Baru ke China.

Di akun media sosial, Presiden Taiwan Tsai Ing Wen menyampaikan pesan politik kepada Beijing dengan pesan yang sedikit menyindir, yakni menyoroti kredibilitas demokrasi dan pluralisme.

“Di Taiwan kami dapat mempertahankan tradisi budaya kami,” katanya dalam sebuah video, yang disusul dengan salam tahun baru dalam lima jenis bahasa China, yakni Mandarin, Taiwan, Hakka, Teochew, dan Kanton. [***]

Sumber; iNews

Komentar Facebook