Cabut Badik saat Pimpin Sidang, Ketua DPRD Dipolisikan

0 1

Bombana, Jurnalsulawesi.com – Rapat internal anggota DPRD Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), ricuh karena dipicu aksi Ketua DPRD Bombana Andi Firman yang mencabut senjata tajam berupa badik di ruangan, saat rapat sedang berlangsung, Senin (7/1/2019).

Sejumlah anggota DPRD Bombana sontak menjadi panik dan berhamburan, kericuhanpun tak terelakan setelah dua orang tak dikenal menerobos masuk diduga merupakan kerabat sang ketua DPRD.

Akibatnya suasana menjadi mencekam sejumlah anggota dewan terkena lemparan benda keras sejumlah barang inventaris seperti gelas kursi serta meja rusak akibat kericuhan ini.

Anggota DPRD Kabupaten Bombana Herianto mengatakan, kejadian bermula saat Ketua DPRD Andi Firman memimpin rapat internal tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam lalu mengeluarkan kata-kata yang menurutnya tidak pantas dikeluarkan disaat rapat seperti itu.

“Ini mau cari solusi atau cari masalah?, kata Andi Firman sembari kami diacungkan senjata tajam. Inilah yang membuat kita semua sontak kaget dan lebih kagetnya kami tiba-tiba masuk menorobos orang yang kami tidak kenal, tidak tau dari mana inilah yang menjadi sumber kejadian, tiba-tiba saya pas melompat masuk ditengah-tengah karena ada orang tersebut tiba-tiba botol agua tersebut mengenai pelipis saya,” kata Herianto, Selasa (8/1/2019).

Dia mengaku bersama anggota dewan lain telah melaporkan ke pihak Polres Bombana dan berharap segera diproses lebih lanjut mengingat kondisi yang belum menentu membuat kinerja DPRD menjadi tidak nyaman sebelum proses hukumnya menjadi jelas.

“Sampai saat ini pelaku masih dalam proses kepolisian, kita belum tau apakah sudah diamankan atau seperti apa kita masih benar-benar ragu kondisi luar saat ini,” timpalnya.

Sementara anggota DPRD dari Partai NasDem Anwar menyesalkan terjadinya insiden yang memalukan ini.

“Kenapa mesti membawa saja sajam di rapat formal ini, Ketua DPRD sempat dirangkul oleh sama Sekwan karena dia masih pegang-pegang badik atau keris jangan sampai mengenai sasaran yang tidak diinginkan,” katanya.

Menurut Anwar suasana Kantor DPRD Bombana Sulawesi Tenggara hingga kini berjalan seperti biasa tidak ada pengamanan dari pihak kepolisian.

Video kericuhan itu telah viral di media sosial, baik YouTube maupun Facebook. Saling lempar dan adu fisik yang melibatkan sejumlah anggota DPRD setempat terlihat di video tersebut. [***]

Berikut video kericuhan di ruang sidang DPRD Bombana, Sulawesi Tenggara yang viral di media sosial:

Sumber; Sindonews

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.