Gempa Bumi 5,0 SR Guncang Kabupaten Donggala

0 1

Palu, Jurnalsulawesi.com – Gempa bumi berkekuatan 5,0 Skala Richter (SR), mengguncang wilayah Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (13/3/2019) pukul 08.50 WIB. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Menurut analisa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berlokasi di 0.02 Lintang Utara (LU), 119.66 Bujur Timur (BT). Pusat gempa berada di laut, berjarak 52 km dari Barat Laut Donggala. Kedalaman gempa mencapai 10 kilometer (km).

Dari laporan masyarakat, gempa dirasakan dalam skala II-III MMI di Kota Palu dan Donggala.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, akibat goncangan gempa tersebut membuat masyarakat berhamburan ke luar rumah.

Bahkan hingga berita ini dilansir disebutkan, banyak warga yang mengungsi ke kaki gunung yang sebelumnya menjadi tempat pengungsian warga pada 28 September silam.

Selain itu, gempa menimbulkan ketakutan di kalangan anak-anak sekolah di Desa Balaesang dan Balaesang Tanjung, Kecamatan Sirenja.

“Karena panik, anak-anak sekolah juga dipulangkan lebih awal,” kata Faisal yang dihubungi dari Palu.

Sementara itu, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, episenter gempa terletak pada koordinat 0,01 LU dan 119,66 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 50 km arah utara Kota Donggala, pada kedalaman 10 km. Namun tidak berpotensi tsunami.

Kata Rahmat, melihat lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi dangkal ini terjadi akibat aktivitas sesar Palu Koro.

Rahmat menambahkan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme sesar geser mengiri (sinistral strike-slip).

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami,” kata Rahmat.

Hingga pukul 09.18 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

“Kepada masyarakat kami himbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tutup Rahmat. [***]

Penulis; Sutrisno/*

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.