Kemenhub Sebut Tiket Pesawat Mahal Masih Wajar

0 17
Iklan Sofyan Lasimpara

Jakarta, Jurnalsulawesi.com – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menganggap wajar banyak maskapai penerbangan menaikkan harga tiket pesawat. Lagi pula kenaikan itu masih sesuai dengan peraturan.

“Selama ini dan sejauh pengamatan kami, [penaikan harga tiket] tidak ada yang melanggar, artinya masih di bawah Tarif Batas Atas (TBA) yang sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 14 Tahun 2016,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pamestri di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Minggu (10/2/2019).

Harga tiket yang dikeluhkan masyarakat karena lebih mahal, menurut Pamestri, karena permintaan cenderung rendah atau low season. Perusahaan maskapai penerbangan perlu menaikkan harga demi menutupi biaya operasional selama jumlah penumpang sedikit.

Meski demikian, dia mengingatkan lagi, harga tiket yang sudah dinaikkan itu sebenarnya masih wajar. “Sebenarnya tidak tinggi karena masih memenuhi syarat batas wajar,” katanya.

Tiket mahal tidak berpengaruh pada pergerakan penumpang. Sebab pada Januari hingga Februari 2019 masuk dalam periode low season. Itu merupakan siklus tahunan yang biasa terjadi pada awal tahun dan akan kembali meningkat pada Maret.

Penurunan Penumpang
Kemenhub juga mengklaim menurunnya angka penumpang yang menggunakan transportasi udara disebabkan faktor Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang hingga saat ini belum cair.

Menurut Polana B. Pramesti, rata-rata penumpang pesawat adalah pekerja di institusi pemerintahan. Adapun semua kegiatan pemerintah saat ini belum dapat dibiayai negara karena APBN belum cair.

“Masih belum mulai secara penuh penggunaan APBN-nya. Jadi, penumpangnya turun,” kata Pramesti.

Ia menampik adanya penurunan penumpang terkait harga tiket pesawat yang mahal, karena sejauh ini, penurunan penumpang pada bulan Januari hingga Februari masuk dalam siklus tahunan, di mana pada bulan tersebut adalan low season.

“Setiap tahun itu terus seperti ini, angka penumpangnya turun. Jadi, bukan karena tiket, hanya saja kebetulan berbarengan, tiket naik dengan permintaan penumpang yang rendah dan akan normal lagi pada bulan Maret,” ujarnya.

Sementara, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah I Soekarno Hatta, Herson menambahkan, penurunan yang terjadi di Bandara Soekarno Hatta dapat disebabkan oleh banyak faktor bukan dari faktor tunggal saja.

Salah satunya, Trans Jawa yang menghubungkan Tol Merak menuju Surabaya sehingga membuat Bandara Soekarno-Hatta kehilangan pengguna jasanya. “Banyak akses juga salah satu faktor jadi bukan karena tiket berbayar atau bagasi,” ungkapnya. [***]

Sumber; Viva

Comments
Loading...