Kronologi Serangan KKB di Puncak Jaya Papua, Satu Prajurit TNI Gugur

0 13
Iklan Sofyan Lasimpara

Jayapura, Jurnalsulawesi.com – Pratu Makamu, anggota TNI yang bertugas saat pengantaran logistik gugur dalam kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Yambi, Puncak Jaya, Papua, Jumat (18/1/2019).

Almarhum kena tembak di bagian paha kiri hingga mengalami pendarahan dan nyawanya tak tertolong.

Informasi yang dirangkum, kronologi baku tembak berawal saat anggota sedang mengantarkan logistik ke sejumah pos-pos TNI di wilayah Puncak Jaya.

Saat berada di Distrik Yambi, anggota diserang KKB yang teridentifikasi berasal dari kelompok pimpinan Lekagak Telenggen.

Baku tembak pun tak terelakan, pasukan TNI membalas tembakan dan mengejar KKB yang ditengarai berjumlah belasan orang. Namun karena kondisi medan yang sangat berat, KKB melarikan diri secara terpencar dan masuk ke hutan.

Anggota TNI selanjutnya melakukan pembersihan area dan menemukan sejumlah barang bukti yang diduga milik KKB.

Di antaranya 2 magasin senjata laras panjang berserta amunisi, 2 tongkat komando diduga milik Lekagak Telenggen, 2 stempel milik Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN OPM) dan sejumlah dokumen lainnya.

Saat ini jenazah almarhum dalam perjalanan dievakuasi ke Timika, Kabupaten Mimika, Papua. Jenazah selanjutnya akan diserahkan ke pihak keluarga yang sudah menunggunya.

Kapendam XVII Cenderawasih Kol Inf Muhamad Aidi membenarkan gugurnya seorang prajurit di Puncak Jaya, Papua. Korban Pratu Makamu mengalami pendarahan serius akhirnya jiwanya tidak tertolong.

“Jenazah saat ini masih disemayamkan di Yambi untuk menunggu evakuasi ke Timika,” katanya.

Situasi saat ini di Distrik Yambi, Kabupaten Puncak Jaya, masih kondusif dan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal. Pasukan TNI melaksanakan siaga sambil mengimpun informasi tentang kedudukan KKB untuk melakukan pengejaran. [***]

Sumber; iNews

Comments
Loading...