Polda Sulteng Sita Ribuan Pcs Kosmetik Ilegal, Berikut Daftarnya

0 41
Iklan Sofyan Lasimpara

Palu, Jurnalsulawesi.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tengah berhasil mengamankan ribuan picis (Pcs) kosmetik yang diduga ilegal dan tidak memiliki izin edar ataupun izin dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Humas Polda Sulteng melalui Kasubbid Penmas, Kompol Sugeng Lestari melalui keterangan tertulis, Rabu (6/1/2019) menyebutkan, ribuan kosmetik berbagai jenis dan merek tersebut diamankan dari dua orang tersangka dalam waktu dan tempat berbeda.

Satu tersangka berjenis kelamin laki-laki berinisial RF alias R diamankan di Jalan Tolambu, Kecamatan Palu Barat pada tanggal 9 Januri 2019, sekira Pukul 15.30 wita.

Sedangkan tersangka lainnya yakni seorang wanita bernama Hertina alias Tina diamankan di Jalan Beo, Kecamatan Mantikulore, pada Jum’at (11/1/2019), sekira pukul 15.30 wita.

Menurut Kompol Sugeng, penangkapan ini berawal informasi dari masyarakat, tentang banyaknya kosmetik yang beredar di Kota Palu tanpa izin edar. Setelah menerima informasi tersebut, petugas Kepolisian Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng, langsung melakukan pengecekan di lapangan.

“Hasilnya di rumah kontarakan RF alias R, petugas menemukan kegiatan memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi/Kosmetik jenis Handbody dan Lulur merek Sofie, tanpa izin edar dari pihak yang berwenang. Selanjutnya, langsung dilakukan introgasi awal terhadap RF dan barang bukti diamankan di Polda Sulteng untuk penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Demikian juga dengan penangkapan terhadap tersangka Hertina alias H. Saat dilakukan pengecekan di rumah tersangka, petugas menemukan sediaan farmasi berupa obat dan kosmetik yang diduga tidak memiliki izin edar yang siap untuk diperdagangkan di wilayah Kota Palu dan sekitarnya.

Petugas kemudian mengamankan H beserta barang bukti berupa sediaan farmasi berupa obat dan kosmetik tersebut di Mako Ditreskrimsus Polda Sulteng.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka RF alias R diantarnya:
a. 1 (satu) buah Micxer Merk Kirin berwarna putih.
b. 4 (empat) buah Loyang besar berwarna hitam.
c. 2 (dua) buah Loyang besar berwarna abu-abu.
d. 1 (satu) buah Loyang kecil berwarna biru.
e. 1 (satu) buah Sendok besar plastik berwarna pink.
f. 1 (satu) buah Sendok besar plastik berwarna hijau.
g. 1 (satu) buah Sendok besar plastik berwarna biru.
h. 1 (satu) buah Spatula plastik berwarna hijau.
i. 1 (satu) buah Spatula plastik berwarna oranye.
j. 5 (lima) buah Sendok makan dari besi standless.
k. 1 (satu) buah Sendok kayu (penggarut) besar.
l. 3 (tiga) buah Ember warna putih ukuran 5 Kg.
m. 3 (tiga) buah Ember warna putih ukuran 2,5 Kg.
n. 645 Cup ukuran 200 ML, HendBody Sofie.
o. 66 Cup ukuran 200 ML,Lulur Sofie berwarna biru.
p. 52 Cup ukuran 200 ML,Lulur Sofie berwarna Hijau.
q. 51 Cup ukuran 200 ML,Lulur Sofie berwarna merah.
r. 50 Cup ukuran 200 ML berwarna bening (kosong).
s. 9 (sembilan) Cup kecil Whitening Night Cream.
t. 5 (lima) buah Serum Brightening Cleanser.
u. 52 Dos Air Mawar.
v. 170 picis Krim Zam-zam.
w. 1.300 lembar Stiker bulat bertuliskan Handbody Sofie.

Sementara dari tersangka Hertina petugas berhasil mengamankan barang bukti yakni:
a. 240 Pcs Lipstik NYX 2071.
b. 8 lusin lipstik Huda Beauty Glitter.
c. 36 Pcs Huda Beauty Orang.
d. 74 Pcs liptin candi Naked.
e. 48 Pcs lipstik Hello Kitty Putar.
f. 20 buah Blus on Aloevera.
g. 12 buah Blus on Beauty.
h. 20 buah Eye Brow Hasaya Girls.
i. 16 buah Eye Shadow Tanako.
j. 24 Pcs Lipstik Gloss 3ce sasimi.
k. 12 Pcs Lipstik Huda emut.
l. 12 Pcs Bedak Ver 88.
m. 10 buah Blus On Mac.
n. 4 Dos Lipstik Kiss Beauty.
o. 48 Pcs Lipstik Revlon A866.
p. 36 Pcs Revlon LipGloss Gold.
q. 48 Pcs Revlon tutup Gliter.
r. 24 Pcs Huda Beauty.
s. 48 Pcs Huda Beauty Putar.
t. 96 Pcs Lipstik NYX A824.
u. 60 Pcs Lipstik Dose Dos Pink.
v. 21 Buah Eyebrow Aloevera.
w. 36 Pcs Lip Revlon tutup Silver.
x. 18 Pcs Maskara Dose.
y. 24 Pcs Revlon Lip Gucci.
z. 36 Pcs Lipstik Kylie.
aa. 60 Pcs Revlon Gepeng.
bb. 84 Pcs Revlon Gloss.
cc. 24 Pcs Lipstik Oimio.
dd. 36 Pcs Liptin Doraemon.
ee. 24 Pcs Lipstik Revlon Silver.
ff. 36 Pcs Revlon A829.
gg. 96 Pcs Revlon Tosca.
hh. 24 Pcs Liptin Hello Kity.
ii. 5 buah bedak Aprilskin.
jj. 30 Pcs Lipstik Kylie.
kk. 12 Pcs Dermacol.
ll. 24 Pcs Lipstik Dose Wanita.
mm. 24 Pcs Liptin Line.
nn. 5 Pcs Concealer Aloevera Pens.
oo. 12 Pcs Lipstik Huda Glose.
pp. 1 (satu) Paket Maskara DDK.
qq. 42 Box Lipstik 3ce Nude, Red.
rr. 8 buah Highlighter Karite.
ss. 12 Pcs Eyeliner Aloevera.
tt. 35 Pcs Concealer Bioqua.
uu. 12 Pcs Eyeliner Duyung.
vv. 12 Pcs Bedak Revlon.
ww. 22 Dos Liblam Aloevera.
xx. 5 Dos Contur Stik Aloevera.
yy. 19 Pcs Masker Gingseng.
zz. 8 Dos/lusin SP Malaysia.
aaa. 9 Pcs sabun temulawak.
bbb. 19 Dos/lusin BB Glow.
ccc. 75 Pcs cream Day NightYR.
ddd. 79 Pcs Cream racikan full pemutih.
eee. 8 botol Spray miss V.
fff. 53 paket /dos cream Zam-Zam.
ggg. 59 Cup lulur warna cokelat berlabelkan Sofie.
hhh. 185 Cup Hand body berlabelkan Sofie.
iii. 1 (satu) Buah Buku Kurir.
jjj. 1 (satu) buah buku Point atau penjualan.

Selain itu, dari tersangka H juga diamankan berbagai jenis obat yang diduga juga ilegal dan tidak memiliki izin edar diantaranya:
a. 243 Pcs Sam Yun Wan.
b. 72 Pcs Minyak Lintah Papua.
c. 19 Toples Susu Cantik.
d. 13 botol Spirulina.
e. 2 Pcs Kianpi Gold.

Selain memeriksa tersangka, petugas juga telah melakukan pemeriksaan untuk kedua tersangka yang masing-masing 3-4 orang saksi, yang melihat dan mengetahui keberadaan barang yg dikuasai dan diperjual belikan oleh terlapor.

“Sebelum dilakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka, petugas juga telah melakukan koordinasi dengan Kantor BPOM Kota Palu, yang menyimpulkan bahwa benar barang bukti berupa obat dan kosmetik tersebut tidak memiliki izin edar,” kata Kompol Sugeng.

Tersangka RF alias R akan disangkakan dengan Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara denda Rp1,5 miliar.

Sedangkan tersangka Hertina akan dikenakan Pasal 197 Jo pasal 106 ayat (1) UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dan Pasal 62 ayat (1) Jo pasal 8 ayat (1) huruf (a) dan ( j ) UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara denda Rp1,5 miliar sampai Rp2 miliar. [***]

Penulis; Sutrisno/*

Comments
Loading...