Polres Tolitoli Diminta Usut Dugaan Suap Kadis Pertanian Kepada Oknum LPPNRI

0 2

Tolitoli, Jurnalsulawesi.com – Polres Tolitoli diminta mengusut dugaan suap yang dilakukan Kepala Dinas Pertanian dan Hortukultura Kabupaten Tolitoli Rustan Rewa, dengan memberikan sejumlah dana kepada oknum Lembaga Pemantau Penyelanggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI), Fadlianan.
BACA JUGA: Penyuluh, Pejabat dan Staf Desak Kadis Pertanian Tolitoli Dicopot

Ketua LSM Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK) Tolitoli, Hendri Lamo. SE, saat dikonfirmasi media ini, terkait permasalahan tersebut mengatakan, Polres Tolitoli seharusnya menindaklanjuti persoalan itu, karena yang dilakukan oleh seorang pejabat daerah merupakan sebuah pelanggaran melawan hukum. Apalagi barang bukti berupa sejumlah dana sudah dikantongi penyidik Polres.

“Ini harus ditindaklanjuti oleh penyidik Polres Tolitoli, apalagi babuknya sudah ada di Polres,” kata Hendri.

Kata Heri, kasus ini terungkap setelah adanya laporan Polisi yang dilaporkan oleh Kadis Pertanian Rustan Rewa, dugaan pemerasan oleh oknum LPPNRI, namun selang beberap jam, laporannya kembali di cabut.

“Saya dapat info katanya Rustan Rewa melapor di Polres soal dugaan pemerasan, tetapi belakangan laporannya dicabut, setelah dikonfrontir dengan oknum LPPNRI oleh penyidik Polres,” ujarnya.

Permasalahan ini menurut Hendri, meskipun tidak ada laporan Polisi, seharusnya penyidik sudah harus menangani kasus ini, karena bukan delik aduan. Jelas ada permasalahan yang mungkin dikonfirmasi oleh oknum LPPNRI kepada Rustan Rewa, sehingga memberikan sejumlah dana.

“Saya menduga, ada permasalahan yang dikonfirmasi kepada Rustan Rewa, sehingga Ia memberikan dana. Tapi anehnya kejadian pemberian dana pada 10 Desember dan terungkap setelah Rustan Rewa melapor pada tanggal 13 Desember. Berarti kalau tidak ada laporan, tidak akan diketahui oleh penyidik Polres masalah ini,” ungkapnya.
.
Sementara, Kadis Pertanian dan Hortikultura Tolitoli, Rustan Rewa, yang dikonfirmasi media ini belum dapat memberikan keterangan. Saat didatangi di kantornya, menurut salah satu stafnya bahwa Kadis belum masuk kantor. Begitu pula dihubungi melalui telpon, meskipun sempan menjawab panggilan di handphone, tetapi ia enggan memberikan keterangan.

“Maaf pak, tidak bagus jaringan,” jawabnya singkat langsung mamatikan handphone. [***]

 

Penulis; Athifa M
Editor; Agus Manggona

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.