30 Korban Penembakan Selandia Baru Masih Dirawat, 9 Kritis

0 81

Wellington, Jurnalsulawesi.com – Sebanyak 30 orang masih dirawat di rumah sakit dan sembilan berada dalam perawatan intensif setelah serangan teror di Christchurch. Hal itu diungkapkan Dewan Kesehatan Distrik Canterbury, DHB Canterbury.

“Sepertinya sudah lama sejak 48 korban luka tembak muncul di Rumah Sakit Christchurch. Saat ini kami masih memiliki 30 orang di Rumah Sakit Christchurch, sembilan di antaranya masih dalam perawatan intensif dan dalam kondisi kritis,” ujar Kepala eksekutif DHB Canterbury, David Meates.

“Ada dua pasien yang telah dipindahkan selama beberapa hari terakhir ke Auckland. Salah satunya adalah anak berusia empat tahun yang dipindahkan ke Rumah Sakit Starship dan anak itu tetap dalam kondisi kritis. Ayahnya dipindahkan ke Rumah Sakit Auckland dekat dengan putrinya dan dengan istrinya dan dia dalam kondisi stabil,” imbuhnya.

“Akan ada beberapa operasi yang sedang berlangsung untuk sejumlah pasien dan itu akan menjadi perjalanan pemulihan jangka panjang yang akan dilakukan sejumlah dari mereka. Kami juga menyeimbangkan kebutuhan sisa masyarakat yang ada masih tidak sehat,” tukasnya seperti dikutip dari Radionz.co.nz, Selasa (19/3/2019).

Ia mengatakan dewan kesehatan tersier lain membantu dengan perawatan yang biasanya jatuh ke Canterbury DHB.

Agussalim SH

Lima puluh orang tewas akibat serangan teroris pada hari Jumat. Serangan itu juga melukai 50 orang lainnya.

Brenton Tarrant (28) seorang warga negara Australia telah ditangkap dan didakwa melakukan pembunuhan pada hari Sabtu.

Tarrant, diborgol dan mengenakan setelan penjara warna putih, berdiri diam di Pengadilan Distrik Christchurch tempat dia diadili tanpa permohonan. Dia dijadwalkan kembali ke pengadilan pada 5 April dan polisi mengatakan dia kemungkinan akan menghadapi dakwaan tambahan. [***]

Sumber; Sindonews

Komentar Facebook