872 Unit Huntara Belum Teraliri Listrik

0 138

Palu, Jurnalsulawesi.com – Sampai pada 9 Mei 2019 jumlah Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun Kementerian PUPR untuk korban bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Wilayah Palu, Sigi dan Donggala sebanyak 872 bilik belum teraliri listrik dari total bilik sebanyak 8.305.

“Selebihnya sudah teraliri listrik, dan ini menindaklanjuti surat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah perihal data instalasi huntara, dimana sebanyak 872 bilik tersebut telah disepakati akan diterbitkan oleh sejumlah LIT TR yang ada perwakilan di Sulawesi Tengah sebagai bantuan CSR,” ungkap Marthen Patala, yang mewakili Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tengah Ir. Yanmart Nainggolan, CES yang berhalangan memimpin pertemuan antara perwakilan Kementerian PUPR, PT PLN (Persero) UP3K Palu dan sejumlah LIT TR yang ada di Palu, Rabu (12/6/2019).

Dalam pertemuan tersebut, Manager PT. PLN (Persero) UP3K Palu, Abbas Saleh menyebutkan, pihaknya siap menyambung listrik seusai Huntara telah selesai terbangun dan telah di inspeksi instalasinya oleh LIT TR sesuai porsi yang dibagikan berdasarkan kesepakatan.

“Disini kami siap, begitu Sertifikat Laik Operasi (SLO) telah diterbitkan LIT TR, maka listrik langsung kami alirkan,” tegas Abbas.

LIT TR yang mendapatkan porsi CSR pun mengaku siap menginspeksi instalasi yang terpasang di Huntara yang dibangun oleh pengembang yang ditunjuk Pemda Provinsi Sulteng.

Agussalim SH

Porsi tersebut dibagi masing-masing 176 unit Huntara untuk PT Konsuil Perdana Indonesia (Konsuil), 232 Unit untuk PT. Perintis Perlindungan Instalasi Listrik Nasional (PPILN), 104 Unit untuk PT. Jasa Sertifikasi Indonesia (Jaserindo), 57 Unit untuk Intekindo, 128 Unit untuk PT. Serkolinas Aman Nusantara (Serkolinas), 76 Unit untuk PT. Jasa Kelistrikan Indonesia (JKI), delapan unit untuk PT. Jasa Inspeksi Kelistrikan Indonesia (JIKI) dan satu unit untuk Triepel I.

Sedangkan perwakilan Kementerian PUPR, Anca menyebutkan, ada kendala yang dihadapi dikarenakan diantara beberapa pengembang ada yang belum menyelesaikan bangunan Huntara tersebut.

“Kami sudah berusaha untuk berkoordinasi dengan pihak pengembang, beberapa kendala yang dihadapi pengembang telah disampaikan ke kami, adapula pengembang yang tidak aktif lagi nomor kontaknya, sehingga kami kesulitan untuk berkoordinasi. Akan tetapi kesemuanya telah kami laporkan sehingga kami berharap dapat segera ditangani,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, diharapkan pihak LIT TR dapat berkoordinasi dengan Dinas ESDM serta Kementerian PURR demi selesainya penyaluran listrik ke Huntara tersebut.

“Karena kita akan melangkah kepada Huntara yang dibangun oleh NGO, maka yang ini menjadi prioritas Pemda Sulteng,” tutup Marthen. [***]

Penulis; Desak Fiega

Komentar Facebook