Bersihkan Pemerintahan, Kim Jong Un Tangkapi Orang-orang Dekat

0 134

Seoul, Jurnalsulawesi.com – Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dilaporkan melakukan bersih-bersih di pemerintahan setelah pertemuan keduanya dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Hanoi, Vietnam, pada 28 Februari 2019 tak menghasilkan keputusan apa pun.

Utusan khusus Korut untuk AS, Kim Hyok Chol, serta para pejabat kementerian luar negeri (kemlu) yang melakukan negosiasi sebelum pertemuan puncak Kim dan Trump di Hanoi, ditangkap dan diselidiki. Mereka diminta bertanggung jawab atas kebuntuan dalam pertemuan itu.

Dilaporkan Reuters, kabar mengenai penangkapan dan bersih-bersih di pemerintahan ini dilaporkan surat kabar Korea Selatan, Chosun Ilbo, edisi Jumat (31/5/2019).

Kim Yong Chol, pejabat senior Korut yang juga mitra dialog Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sebelum pertemuan puncak Kim dan Trump dilaporkan dihukum dengan kerja paksa serta diharuskan mengikuti pendidikan ideologi. Kim Yong Chol menjalani hukuman kerja paksa di Provinsi Jagang setelah dipecat.

Menurut Chosun Ilbo, Kim diyakini melakukan pembersihan besar-besaran untuk mengalihkan perhatian atas kekacauan dan ketidakpuasan di dalam negeri.

Agussalim SH

“Kim Hyok Chol diselidiki dan ditangkap di Bandara Mirim dengan empat pejabat kementerian luar negeri pada Maret,” demikian isi laporan surat kabar yang mengutip pernyataan dari sumber anonim Korut.

Bahkan, mereka dituduh menjadi mata-mata untuk AS. Kim Hyok Chol diketahui menjadi mitra negosiasi dengan perwakilan khusus AS untuk Korut, Stephen Biegun, sebelum pertemuan puncak.

Pejabat lainnya yang juga teman Kim Hyok Chol, Kim Song Hye, dikurung ke kamp penjara politik.

Shin Hye Yong, juru bahasa dalam pertemuan di Hanoi, juga dilaporkan ditahan di kamp penjara politik karena salah dalam menerjemahkan bagian penting dari pernyataan Kim.

Kim Yo Jong, saudara perempuan Kim yang ikut mendampingi di Hanoi, tak terlihat lagi perannya sampai saat ini. Mengutip seorang pejabat Korsel yang tidak disebutkan namanya, Kim Yo Jong seperti disembunyikan oleh Kim Jong Un.

“Kami tidak mengetahui track record Kim Yo Jong lagi sejak (pertemuan) Hanoi. Kami memahami bahwa Kim Jong Un telah menyembunyikannya,” kata sumber itu.

Sebelum laporan ini dirilis Chosun Ilbo, surat kabar pemerintah Korut, Rodong Sinmun, mengangkat tulisan yang seolah menggambarkan pengkhianatan di jajaran pemerintahan.

“Bertingkah seperti orang yang menghormati Pemimpin (Kim Jong Un) di depan (orang lain), tapi memimpikan hal lain ketika seseorang berbalik adalah tindakan antipartai, antirevolusioner yang telah dibuang. Ada beberapa pengkhianat dan pembelot yang hanya menghafal kata-kata kesetiaan kepada Pemimpin lalu berubah sesuai dengan tren saat itu,” bunyi artikel.

Ungkapan yang mengisyaratkan pembersihan, seperti ‘antipartai’ dan ‘antirevolusioner’ juga ditulis Rodong Sinmun saat penangkapan paman Kim Jong Un, Jang Song Thaek, pada Desember 2013. [***]

Sumber; iNews

Komentar Facebook