Culik Anak Tiri dan Minta Tebusan Rp100 Juta, DH Diringkus Polisi

0 193

Palu, Jurnalsulawesi.com – Ditreskrimum Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) bekerjasama dengan Polda Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil menciduk DH alias D (45), karena menculik anak tirinya yang masih di bawah umur berinisial RS.

Penangkapan terhadap DH ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/140/V/2019/Sulteng/SPKT tanggal 11 Mei 2019, yang dilakukan Dian Andriani yang tak lain adalah ibu kandung korban.

“Pelaku yang beralamat di Jalan Sungai Palayua, Kelurahan Taipa, Kecamatan Palu Utara ini ditangkap di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kaltim, pada Sabtu (11/5/2019),” terang Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto, S.IK kepada sejumlah jurnalis di Mapolda Sulteng, Kamis (13/6/2019).

Didik Supranoto menuturkan, kronologis penculikan berawal pada Rabu 8 Mei 2019. Saat itu tersangka DH mengajak korban agar ikut dengannya ke kalimantan Timur dengan mengatakan “mari ikut saja, cuma 2 (dua) hari saja kita di sana dan tidak akan saya apa-apakan di sana,” bujuk tersangka terhadap korban.

“Agar korban mengikuti kemauannya, DH menjanjikan akan membiayai perbaikan sepeda motor korban yang rusak,” kata Didik.

Lanjut Didik, kemudian pada Jum’at 10 Mei 2019 sekira jam 14.00 Wita, korban yang masih berusia 15 tahun pamit dari rumah dengan alasan akan memperbaiki motor miliknya di bengkel.

“Pada saat itu korban dijemput ayah tirinya dan dibawa ke Kalimantan Timur tanpa sepengetahuan ibu kandung korban,” tutur Kabid Humas.

Setibanya di penginapan Beringin Baru di Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim, tersangka DH alias D menelpon ibu kandung korban, yakni Dian Andriani (pelapor) dan meminta uang senilai Rp100 juta, dengan mengatakan “jika tidak mengirim uang, korban tidak akan kembali,” ancam tersangka.

Tersangka juga mengirimkan foto korban melalui WhatsApp kepada Dian Andriani dan terlihat bahwa korban mengalami luka lebam di bawah mata sebelah kiri.

Mendapatkan laporan tersebut, Tim Penyidik Subdit IV Ditreskrimum Polda Sulteng yang dipimpin AKBP Taufik Sugih Adadhi S.IK langsung bergerak cepat dan bekerjasama dengan Polda Kaltim untuk mencari keberadaan tersangka dan korban.

“Pukul 22.00 Wita pada hari dilaporkannya kasus penculikan anak tersebut, langsung diketahui keberadaan tersangka dan korban di Kabupaten Kutai Kartanegara, hingga langsung dilakukan penangkapan dan penahanan,” jelas Didik Supranoto.

Tersangka DH alias D yang melakukan tindak pidana penculikan anak akan dikenakan pasal berlapis, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 83 Jo pasal 76 F UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 328 KUHPidana.

“Ancaman hukuman UU khusus minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun. Sedangkan ancaman hukuman KUHPidana 12 tahun,” tegas Didik Supranoto. [***]

Penulis; Sutrisno

Komentar Facebook