Demokrat Apresiasi Pemilihan Wakil Gubernur Sulteng

0 314

Palu, Jurnalsulawesi.com – Terpilihnya politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Rusli Baco Dg Pallabi sebagai Wakil Gubernur Sulteng menggantikan almarhum H Sudarto, telah menjawab teka-teki serta spekulasi di tengah masyarakat selama ini.

Pasalnya, beragam diksi dan narasi berseliweran, bahwa kursi 02 Sulteng ini tidak bakal terisi hingga berakhirnya masa jabatan Gubernur Longki Djanggola. Tentu saja jika asumsi tersebut benar adanya, maka kerugian besar bagi warga Sulteng. Bahkan akan jadi catatan buruk bagi sejarah daerah ini.

Namun spekulasi tersebut akhirnya sirna. Berdasarkan pemilihan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulteng, dari 43 anggota Dewan yang menggunakan hak suaranya, sebanyak 35 anggota dewan memilih Rusli Dg Pallabi dan 8 suara memilih Andi Mansur Pasande politisi Partai Bulan Bintang (PBB).

Proses politik inipun mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk DPD Partai Demokrat Sulteng salah satu partai pendukung pasangan Longki-Sudarto (LONGKI’S) di Pilgub 2016 lalu.

“Alhamdulillah, proses pemilihan Wagub Sulteng kali ini, tidak hanya bersifat prosedural, tetapi juga memiliki makna substansial yang mencerminkan proses demokrasi berkualitas,” kata Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng, Mohammad Nur Dg Rahmatu, SE kepada Jurnalsulawesi.com, Selasa (9/7/2019).

Menurut Nur Rahmatu dengan terisinya kursi Wagub Sulteng ini, diharapkan akan bisa memperlancar jalannya birokrasi sert tata kelola pemerintahan. Sebab salah satu tugas dan fungsi Wagub seperti yang tertuang dalam Pasal 66 UU Pemerintah Daerah adalah memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan yang dilakukan perangkat daerah.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sulteng ini berharap, Rusli Dg Pallabi langsung “tancap gas” karena masih banyak persoalan eksekutif yang harus segera dituntaskan, termasuk masalah regulasi atau Peraturan Daerah (Perda) yang belum rampung.

“Wagub ini tidak hanya berperan sebagai backup bagi gubernur, tetapi juga memiliki tugas kekhususan dan membawahi beberapa dinas secara langsung. Perannya krusial,” kata Nur Rahmatu.

Ia pun meyakini Rusli Dg Pallabi dan Gubernur Longki Djanggola memiliki chemistry yang sama dalam mewujudkan program dan visi misi. Tinggal bagaimana pendelegasian kewenangan dan tanggungjawab, di akhir-akhir masa jabatan.

Sebagai mitra eksekutif, pihaknya juga tambah Nur Rahmatu harus mengakui di bawah kepemimpinan Longki Djanggola, berbagai keberhasilan telah ditorehkan.

“Jika di periode pertama berhasil merevitalisasi fokus pertumbuhan ekonomi dengan mengandalkan sektor tambang sebagai penopang utama ekonomi Sulteng, maka di periode kedua ini, terus meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan,” pungkasnya. [***]

Penulis: Agus Manggona

Komentar Facebook