Jokowi-Ma’ruf Unggul di TPS Rumah Sakit Jiwa di Berbagai Daerah

Iklan Sofyan Puasa
0 1.434

Jakarta, Jurnalsulawesi.com – Pesta Pemilu 2019 telah berlangsung Rabu (17/4/2019). Pesta demokrasi kali ini juga diikuti para pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di seluruh Indonesia.

Untuk pemilihan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang diikuti Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di beberapa daerah, pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin berhasil unggul dari Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Prabowo dan Sandiaga Uno.

Di Bangli, Provinsi Bali, mereka yang berstatus sebagai ODGJ mengikuti setiap tahapan pemilu dengan lancar.

“Tidak ada kesulitan, dari pemberian kartu suara, coblos, dan celup tinta lancar,” kata Direktur Utama RSJ Bangli I Dewa Gde Basudewa lewat pesan singkat, Rabu (17/4/2019).

Dewa mengatakan, dari total DPT di RSJ Bangli sebanyak 87 orang, hanya 22 orang yang menggunakan hak pilihnya. Sedangkan dari jumlah 41 DPTb, hanya 6 yang menggunakan hak pilihnya, ditambah 2 pegawai dan dua saksi.

“Sehingga total pemilih di TPS 33 UPTD RS jiwa Provinsi Bali sebanyak 35 orang, terdiri dari 24 pasien, 9 pegawai (5 KTP Kelurahan Kawan), dan 2 saksi (KTP Kelurahan Kawan),” terangnya.

Dari 35 surat suara, ada 4 yang dinyatakan tidak sah. Lalu, bagaimana perolehan suara di RSJ Bangli.

“Hasil perhitungan sementara pemilihan presiden pemilih 35 orang suara sah 31 tidak sah 4. Pasangan nomor urut 1 (Jokowi-Amin) mendapat 27 suara (77,14%) dan pasangan urut 2 (Prabowo-Sandi) mendapat 4 suara (11,43%), serta tidak sah mendapat 4 suara (11,3%),” pungkasnya yang dilansir Detik.com.

Joko Widodo-Ma’ruf Amin juga unggul dalam pemungutan suara di TPS 09 di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalimantan Barat, yang berada di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Dikutip dari Kompas.com, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin mendapat 44 suara, sementara Prabowo-Sandi 17 suara. Sementara 10 suara yang tidak sah.

Humas RSJ Provinsi Kalbar, Libertus Yonas mengatakan, jumlah pemilih yang memberikan suaranya ada 71 orang, termasuk pegawai rumah sakit 13 orang. “Jadi ada 58 pasien rumah sakit yang memberikan hak suaranya,” kata Libertus, Rabu (17/4/2019).

Menurut dia, sebenarnya ada sebanyak 181 orang dengan gangguan jiwa yang dirawat akan memberikan hak suaranya. Namun sebelum pemilihan, sebagian sudah dijemput pihak keluarga.

“Secara umum, pemilih yang memberikan hak suaranya pada Pemilu 2019 adalah berasal dari Kalbar,” ucapnya.

Diakui Libertus, selama proses pemungutan suara berlangsung, belum ditemukan kendala yang berarti.

Hal itu dikarenakan sebelum ODGJ dinyatakan berhak memilih oleh pihak RSJ, sudah melalui tahapan-tahapan pemeriksaan. Dimana sebelum menentukan pasien berhak memilih, pihak RSJ juga mengikut sertakan tim yang terdiri dari Dokter Spesialis, Psikolog, perawat dan kehumasan.

“Nanti dari data-data yang dikumpulkan barulah dibuat keputusan apakah pasien tersebut layak untuk memberikan hak suaranya pada hari H pemungutan suara,” ujarnya.

Kemudian, saat pemungutan suara, para pasien yang akan memberikan hak suaranya akan diarahkan oleh petugas KPPS untuk langsung menuju ke bilik suara. Ketua KPPS TPS 9, Leonardus berjanji, akan melaksanakan pemungutan suara ini hingga selesai.

“Harapan kita lancar dan semoga pasien dapat memberikan hak pilihnya dengan benar,” katanya.

Menurutnya, pasien yang kelihatan bingung akan didampingi petugas KPPS. Namun, tetap menjaga jarak dengan pasien yang akan memberikan hak pilih. “Hal itupun tetap disaksikan oleh para saksi baik pengawas TPS, saksi parpol maupun saksi caleg,” ujarnya.

Seperti dilansir Antaranews.com, Capres dan Cawapres Nomor Urut 01 itu juga unggul di empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) pemilih Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (17/4/2019).

“Yes Pak Jokowi menang! Saya ingin main bersama Pak Jokowi jika bapak menang,” kata Yusuf Fransisco, salah satu ODGJ di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung.

Berdasarkan penghitungan suara, Jokowi-Ma’ruf memperoleh 64 suara dari total suara sah 159 di TPS 078, sedangkan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno memperoleh 54 suara, serta terdapat 41 surat suara tidak sah di TPS tersebut.

Untuk TPS 079, pasangan Jokowi-Ma’ruf memperoleh 61 suara dari total 204 suara sah, sedangkan pasangan Prabowo-Sandi memperoleh 55 suara, kemudian 88 surat suara tidak sah.

Di TPS 082, pasangan Jokowi-Ma’ruf memperoleh 99 suara dari total 165 suara sah, sedangkan Prabowo-Sandi memperoleh 56 suara, serta 10 surat suara yang tidak sah.

Dan untuk TPS 083, pasangan Jokowi-Ma’ruf memperoleh 119 suara dari total 251 surat suara sah, sedangkan Prabowo-Sandi meraih 102 suara, dan terdapat 30 surat suara tidak sah.

Surat suara tidak sah tersebut terjadi karena beberapa hal, seperti para ODGJ tidak pas mencoblos, mencoblos lebih dari satu pasangan calon, bahkan ada yang tidak mencoblos surat suara sama sekali.

Penghitungan surat suara pada setiap TPS dimulai sekitar pukul 14.00 WIB yang dilakukan oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), pengawas dari Bawaslu, pengawas dari KPU kecamatan, saksi, serta disaksikan oleh pengurus panti dan beberapa ODGJ.

Sementara, hasil perhitungan suara di TPS 108, Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr Arif Zainudin Surakarta, suara Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 imbang.

Dikutip dari Tribunnews.com, kedua pasangan Capres dan Cawapres tersebut masing-masing mendapatkan 29 suara.

Dalam kertas C-1 plano Pilpres 2019 yang disahkan, ada sebanyak 58 surat suara yang dinyatakan sah.

Sedangkan jumlah surat suara tidak sah sebanyak tiga surat suara.

Koordinator Humas RSJD dr Arif Zainudin Surakarta, Totok Hardiyanto berujar total pasien RSJD dr Arif Zainudin Surakarta sebanyak 56 orang.

Sebelumnya, jumlah pasien yang masuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) sebanyak 77 pasien.

Namun, lanjutnya karena adanya proses pengobatan dan penyembuhan, beberapa pasien sudah dinyatakan untuk pulih dan dipulangkan.

Dan juga ditambah dengan staf-staf RSJD, yang ikut serta menggunakan hak suaranya di TPS yang terletak di Aula Indraprasta tersebut. [***]

 

Editor; Sutrisno

Komentar Facebook