Juara Liga Champions, Liverpool Akhiri Penderitaan Panjang

0 134

Jurnalsulawesi.com – Manajer Liverpool, Juergen Klopp mendedikasikan sukses timnya menjuarai Liga Champions musim ini kepada para pemain dan suporter.

Liverpool juara Liga Champions usai menekuk Tottenham Hotspur 2-0 di final yang digelar di Estadio Wanda Metropolitano, Minggu dini hari 2 Juni 2019.

Dua gol kemenangan The Reds dicetak Mohammed Salah lewat penalti pada menit 2 dan gol apik yang dibukukan Divock Origi di menit 87.

“Saya sangat senang terhadap para pemain saya. Saya juga sangat senang terhadap fans dan keluarga saya,” kata Klopp dilansir Soccerway.

Menurut Klopp, keberhasilan ini menjadi akhir dari perjuangan panjang Liverpool dalam beberapa musim terakhir berburu trofi.

Agussalim SH

Seperti diketahui, sejak dilatih Klopp mulai 8 Oktober 2015 silam, Liverpool sebelumnya hanya bisa nyaris juara.

Sebelumnya, Liverpool kalah di final Liga Europa 2016, Piala Liga 2016, Liga Champions 2018 dan dua kali menjadi runnerup Premier League.

“Mereka menderita setiap musim ketika kami ke final. Di laga terakhir musim, kami kerap kalah,” kata Klopp.

“Mereka layak mendapatkannya (juara Liga Champions) lebih daripada yang lain. Sebab mereka sangat mendukung daripada yang lain,” lanjut Klopp.

Gebuk Tottenham
Liverpool mengakhiri musim 2018/2019 dengan manis setelah mengalahkan Tottenham Hotspur pada final Liga Champions di Wanda Metropolitano, Minggu dini hari WIB, 2 Juni 2019. The Reds menang dengan skor meyakinkan, 2-0.

Liverpool berhasil unggul cepat di menit kedua. Berawal dari usaha Sadio Mane yang merangsek ke kotak penalti Spurs, bola dipantulkan ke arah Moussa Sissoko dan mengenai tangannya.

Wasit yang berada dekat langsung meniup peluit dan menunjuk titik putih. Mohamed Salah yang jadi algojo tanpa kesalahan mengecoh Hugo Lloris dengan mengarahkan bola ke tengah dan membawa The Reds unggul.

Liverpool berpeluang menggandakan keunggulan 15 menit berselang. Trent Alexander-Arnold melepaskan sepakan terukur dari luar kotak penalti. Sayang, bola masih menyamping di sisi kanan gawang Spurs.

Pasukan Juergen Klopp kembali mengancam pada menit 38. Andrew Robertson membawa bola di sisi kanan pertahanan Spurs. Melihat tak ada rekannya yang berdiri bebas, dia memilih untuk melepaskan tembakan yang membuat Lloris harus jatuh bangun mengamankan gawangnya. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Spurs coba mengambil inisiatif serangan. Namun, penyelesaian akhir yang kurang sempurna dan pertahanan The Reds yang rapih membuat The Lilywhites kerap gagal menembus kotak penalti The Reds.

Spurs lebih banyak mengancam lewat bola-bola mati terutama sepak pojok. Seperti yang didapat lewat tandukan Jan Vertonghen namun masih melambung di atas mistar gawang.

Tottenham Vs Liverpool, Harry Kane dan Trio Firmansah Jadi Starter
Memasuki 15 menit terakhir waktu normal, Spurs dengan gencar melakukan serangan. Sial bagi Harry Kane cs, Alisson Becker tampil impresif di bawah mistar gawang dan selalu berhasil menggagalkan peluang-peluang yang didapat Spurs salah satunya milik Son Heung-Min di menit 80.

Sibuk menyerang, armada Mauricio Pochettino justru harus menerima kenyataan semakin tertinggal di menit 87. Divock Origi menjadi senjata pamungkas yang mengunci kemenangan Liverpool.

Ini jadi yang keenam kalinya untuk Liverpool mengangkat trofi Si Kuping Lebar. Kali terakhir mereka juara kompetisi tertinggi Benua Biru terjadi pada 2005 silam setelah mengalahkan AC Milan lewat drama adu penalti.

Susunan Pemain
Tottenham Hotspur: Hugo Lloris (PG); Jan Vertonghen, Danny Rose, Toby Alderweireld, Kieran Trippier, Moussa Sissoko (Eric Dier 74′), Christian Eriksen, Dele Alli (Fernando Llorente 82′), Harry Winks (Lucas Moura 66′), Son Heung-Min, Harry Kane.

Liverpool: Alisson Becker (PG); Joel Matip, Virgil van Dijk, Andrew Robertson, Trent Alexander-Arnold, Georginio Wijnaldum (James Milner 62′), Jordan Henderson, Fabinho, Roberto Firmino (Divock Origi 58′), Sadio Mane (Joe Gomez 90′), Mohamed Salah. [***]

Sumber; Viva

Komentar Facebook