Kalah dari Spurs, Ini 5 Fakta Buruk Guardiola dan Man City

0 61
Iklan Sofyan Lasimpara

Jurnalsulawesi.com – Kekalahan Manchester City dari Tottenham Hotspur pada leg pertama perempat final Liga Champions 2018/2019 di Stadion Tottenham Hotspur, Rabu (10/4) dini hari, menambah catatan negatif klub dan manajer Pep Guardiola.

Man City yang sedang berupaya meraih tiga gelar pada akhir musim ini diganjal Tottenham pada perempat final kompetisi antarklub Eropa.

Sempat berpeluang memimpin atas tuan rumah pada menit ke-12, penalti Sergio Aguero gagal berbuah gol. The Citizens bahkan harus kebobolan ketika pertandingan memasuki sepertiga akhir babak kedua.

Kalah tipis, Guardiola masih berpeluang melaju ke semifinal karena masih akan menjalani leg kedua di Stadion Etihad pada Kamis (18/4).

Berikut berbagai catatan buruk Guardiola dan Man City yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Guardiola hanya mampu meraih enam kemenangan dari 26 pertandingan tandang fase gugur di Liga Champions.

Kemenangan terakhir yang diraih Guardiola pada laga tandang di babak perempat final terjadi pada 2011 lalu ketika Barcelona menang atas Shakhtar Donetsk.

2. Kekalahan dari Tottenham merupakan kekalahan kedua Man City pada Liga Champions musim ini.

3. Man City selalu mengalami kekalahan dalam lima pertemuan terakhir dengan kesebelasan asal Inggris di pentas Eropa termasuk tiga laga di Liga Champions.

Dalam babak perempat final Liga Champions 2017/2018, Man City kalah 1-2 dan 0-3 dari Liverpool.

4. Catatan 15 kemenangan beruntun Man City di berbagai ajang berakhir. Sebelum kalah dari Tottenham, The Citizens kalah 1-2 dari Newcastle United dalam lanjutan Liga Inggris yang berlangsung akhir Januari 2019.

5. Dalam tiga kegagalan terakhir melaju di fase gugur Liga Champions, Man City tercatat selalu mengalami kekalahan dalam pertandingan leg pertama.

Gol Tunggal
Tottenham Hotspur mengalahkan Manchester City pada leg pertama Liga Champions di Stadion Tottenham Hotspur, Rabu (10/4/2019) dini hari, berkat gol Son Heung-min.

Peluang terbaik didapat Man City pada menit ke-12. Melalui video assistant referee, wasit memutuskan penalti untuk The Citizens karena Danny Rose handball.

Sergio Aguero yang maju sebagai eksekutor penalti mengarahkan bola ke sisi kiri gawang. Hugo Lloris berhasil membaca arah bola dan menepis tendangan pemain Argentina itu.

Selepas Aguero gagal mencetak gol penalti, Man City tampil kurang greget. Sebaliknya The Lilywhites cukup gencar membuat peluang. Harry Kane, Christian Eriksen, Harry Winks, Dele Alli dan Son Heung-min berupaya berkolaborasi mengancam gawang Ederson Moraes.

Setelah skor imbang tanpa gol menjadi hasil akhir babak pertama antara, menit-menit awal babak kedua kembali menghadirkan duel sengit dengan terciptanya beberapa peluang.

Menit ke-47 Raheem Sterling melepaskan tembakan yang masih dapat diamankan Lloris. Semenit berselang giliran Son yang gagal menyelesaikan kans membawa Spurs unggul.

Setelah pertukaran kesempatan mencetak gol pada awal babak kedua, laga kembali berjalan datar. Seperti pada babak pertama, Man City tidak dapat mengeluarkan permainan terbaik.

Performa tim tamu dalam menyerang tertolong kemampuan bertahan yang berhasil meredam agresivitas para pemain tuan rumah.

Gol justru diperoleh Spurs pada menit ke-78. Umpan Eriksen gagal diterima dengan sempurna oleh Son. Namun pemain asal Korea Selatan itu terus mengejar bola. Pemain Man City sempat mengira bola sudah meninggalkan lapangan pertandingan. Son kemudian melepaskan tembakan kaki kiri yang keras dan meluncur tak terbendung ke gawang tamu.

Untuk membalas gol, Guardiola kemudian memasukkan Leroy Sane dan Kevin de Bruyne pada pengujung laga. Kedua pemain menghasilkan ancaman tetapi pada akhirnya gol Son menjadi pembeda pada pertandingan leg pertama sekaligus menjadi keuntungan bagi Tottenham untuk menghadapi leg kedua di kandang Man City. [***]

Sumbe; CNNIndonesia

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.