Kapolda Sulteng Sebut Tersangka Penyebar Hoax Mengerucut ke YB

0 960

Palu, Jurnalsulawesi.com – Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Brigjen Pol Drs Lukman Wahyu Hariyanto mengatakan, setelah melakukan pendalaman terkait laporan Gubernur Sulteng, Longki Djanggola tentang pelaku kasus penyebaran berita bohong (Hoax), hasilnya telah mengerucut pada satu orang, yakni Yahdi Basma (YB).

Menurut Kapolda, hasil pemeriksaan barang bukti dan saksi-saksi, mulai dari 21 saksi, 19 dan kemudian menjadi 17 saksi yang diperiksa sudah menguatkan untuk dilakukan penetapan tersangka.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap 17 saksi beserta alat bukti yang dilakukan tim penyidik, hasilnya sudah mengerucut ke Yahdi Basma,” katanya saat menggelar jumpa pers di Aula Torabelo, Mapolda Sulteng, Senin (8/7/2019) sore.

Didampingi Wakapolda Kombes Pol. Setyo Boedi Moempoeni Harso, M.Hum dan Kabid Humas AKBP Didik Supranoto, Kapolda menyebutkan, secara legal standing gubernur baru melapor secara resmi pada Jumat (5/7/2019). Sehingga setelah adanya laporan resmi tersebut penyidik meningkatkan status ke penyidikan.

“Kalau dibilang lamban mungkin bisa dibilang lamban, bisa juga tidak. Menangani pengaduan itu kita tidak bisa serampangan. Tapi penyidik harus memilah, mau mencari akunnya dulu atau mencari penyebarnya. Tapi sekarang sudah fokus ke Yahdi Basma,” jelas mantan Wakapolda Kaltim ini.

Seperti diketahui, Gubernur Sulteng Drs Longki Djanggola melaporkan Yahdi Basma karena dinilai telah menyebarkan berita bohong (Hoax) dalam bentuk cover salah satu media cetak yang telah dirubah foto dan judul berita ‘Longki Membiayai People Power di Sulteng’ .

Dalam laporannya Longki menyebutkan bahwa Yahdi Basma yang juga politisi Partai NasDem itu dinilai telah melecehkan, mendeskriditkan dan mencemarkan nama baiknya selaku gubernur maupun sebagai pribadi.

“Karena itu hari ini saya fokus melaporkan satu orang yakni Yahdi Basma, karena dialah yang telah menyebarluaskan ke group-group WhatsApp. Soal maaf memaafkan nanti di Pengadilan saja dan saya siap hadir di Pengadilan,” kata Longki kepada sejumlah jurnalis, usai menjalani pemeriksaan sebagai pelapor di Direktorat Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Sulteng, Jumat (5/7/2019) lalu.

Menurut Longki, laporannya tersebut merupakan tindak lanjut dari aduan yang dilakukan pada 20 Mei 2019 lalu. Pasalnya, hingga saat ini laporan yang sudah berjalan sekira enam minggu, namun belum menunjukkan adanya titik terang. [***]

Penulis; Sutrisno

Komentar Facebook