Kerugian Banjir Bandang Sentani Capai Rp454 Miliar

Baru 77 Korban Teridentifikasi

0 46
Iklan Sofyan Lasimpara

Jakarta, Jurnalsulawesi.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) mengumumkan kerugian materiel akibat kejadian bencana banjir bandang di Sentani, Papua, sebesar Rp454 miliar. Kerugian tersebut paling banyak dalam bentuk kerusakan permukiman warga.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwonugroho menjelaskan, total kerugian Rp454 miliar itu dibagi atas beberapa sektor. Antara lain sektor infrastruktur sebesar Rp174 miliar, sektor ekonomi Rp22,6 miliar, sektor sosial (seperti bangunan madrasah, gereja, dan sebagainya) Rp4 miliar, dan lintas sektor sebanyak Rp1 miliar.

“Ini data sementara yang nanti bisa berkembang. Data ini akan kami gunakan sambil kami hitung terus berapa kebutuhan untuk me-recovery (memulihkan) ketika sudah masuk masa rehabilitasi rekonstruksi,” ungkap Sutopo saat konfrensi pers di Jakarta, Jumat (29/3/2019).

Dia mengatakan, pihaknya bakal membangun kembali infrastruktur maupun bangunan pemukiman yang rusak diterjang air tersebut. Dalam tahap rehabilitasi nanti, BNPB menerapkan dua cara yakni relokasi pemukiman warga dan pemulihan kondisi lingkungan Pegunungan Cycloop yang sudah rusak.

“Karena itu, nanti penanaman pohon, rehabilitasi hutan dan lahan, dan sebagainya dilakukan. Kemudian, juga dilakukan naturalisasi, karena jalur sungai sekarang sudah hampir rata dengan tanah. Segera dinormalisasi kembali,” ujar Sutopo.

Baru 77 Korban Teridentifikasi
BPNB) mencatat sedikitnya 112 orang meninggal dunia dalam bencana banjir bandang di Sentani, Papua. Dari jumlah tersebut, 105 korban meninggal berasal dari Kabupaten Jayapura, sedangkan tujuh lagi dari Kota Jayapura.

“Saat ini tercatat 112 orang meninggal dunia (akibat banjir Sentani). 77 orang sudah berhasil diidentifikasi dan sisanya masih dalam proses identifikasi,” ujar Sutopo di Jakarta, Jumat (29/3/2019).

Dia menjelaskan bahwa aparat berwenang, dalam hal ini Tim DVI Polri, mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi para korban tewas itu. Pasalnya, banyak masyarakat pendatang menempati wilayah Sentani dan mereka tidak memiliki rekam identitas.

“Saat terjadi banjir bandang, sebagian dari mereka yang tidak punya rekam identitas menjadi korban, baik yang meninggal dunia maupun hilang, sehingga kesulitan dalam proses identifikasinya,” tuturnya.

Selain korban meninggal, banjir bandang Sentani juga menyebabkan sedikitnya 82 orang hilang, 961 orang luka-luka, dan jumlah pengungsi mencapai 5.347 orang atau 962 KK yang tersebar di 21 titik pengungsian. Hingga kini, penanganan daruratmasih terus dilakukan oleh petugas BNPB dan aparat lainnya di Sentani.

“Dari 77 korban meninggal yang sudah diidentifikasi oleh tim DVI Polri, 52 korban sudah mendapat santunan dari pemerintah masing-masing sebesar Rp15 juta yang diserahkan kepada ahli waris. Sementara, 25 korban lainnya menunggu,” ucapnya. [***]

Sumber; iNews

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.