Kontraktor Ruas Torue-Tolai Dinilai Abaikan Instruksi Presiden

0 41

*Diduga Tidak Menggunakan Aspal Buton

Jalan Nasional Torue – Tolai sepanjang 7 KM ini tampak mulus. Namun infonya hanya 1 KM yang menggunakan Aspal Buton sebagaimana Instruksi Presiden Jokowi. Sementara 6 KM hanya menggunakan aspal biasa. Patut diselidiki lagi, mumpung aspalnya masih “Hangat” (Foto: Trisno/Jurnalsulteng.com)

Palu, Jurnalsulteng.com – Dugaan tidak digunakannya Aspal Buton (Asbuton) pada Proyek Jalan Nasional (PJN) II Sulteng oleh kontraktor/rekanan pekerjaan Ruas jalan Torue – Tolai dinilai telah mengabaikan Instruksi Presiden RI Joko Widodo.

Instruksi Presiden Joko Widodo tentang penggunaan Asbuton untuk Jalan Nasional (Non Tol) tersebut disampaikan dalam Munsrenbang Nasional akhir Desember 2014 lalu.

Menurut Amran, salah satu aktivis NGO kepada Jurnalsulteng.com, Rabu (21/12/2016) mengatakan, jika dugaan itu benar adanya, berarti PT Tunggal Mandiri Jaya (TMJ) selaku pelaksana pekerjaan jalan sepanjang tujuh kilometer senilai kurang lebih Rp45 miliar tersebut telah mengabaikan instruksi Presiden.

Agussalim SH

BACA  : Benarkah Proyek Jalan Torue-Tolai Tidak Menggunakan Aspal Buton?

“ Kalau dugaan itu benar, berarti kontraktor mengabaikan instruksi Kepala Negara. Presiden mengeluarkan Instruksi itu, pasti sudah melalui kajian dan pertimbangan matang,” ujarnya.

Selain itu, Amran juga sangat meyayangkan jika dugaan tersebut benar-benar terjadi. “Sangat disayangkan jika anggaran negara yang begitu besar hanya dikerjakan sesuka hati kontraktornya,” imbuhnya.

Selain Instruksi Presiden, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 35/PRT/M/2006 juga menjadi payung hukum penggunaan Aspal Buton tersebut.

Hal senada juga dikatakan Wahyono, salah satu tokoh pemuda Tolai. Menurutnya, jika pekerjaan tersebut tidak mengikuti instruksi Presiden dan peraturan yang telah menjadi payung hukum, ia kuatir usia jalan bernilai miliaran tersebut tidak sesuai dengan perencanaan.

“Yaa… kalau materialnya (aspal-red) tidak sesuai dengan yang ditentukan, sudah pasti tidak lama jalan itu akan rusak lagi,” singkatnya.

Sementara itu, saat Jurnalsulteng.com berupaya untuk melakukan konfirmasi kepada pimpinan PT Tunggal Mandiri Jaya (TMJ) di Kantornya yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta, tidak dapat ditemui karena tidak ada di tempat.

“Pimpinan tidak sedang tidak ada. Besok saja coba ke sini lagi,” ujar salah satu karyawan, tanpa memastikan jam berapa pimpinannya ada di tempat.

Sementara, saat Jurnalsulteng.com mencoba mencari nomor ponselnya juga mengaku tidak mengetahui nomor kontaknya.

Diketahui, terkait pengunaan Asbuton tersebut, selain disampaikan pada Musrembang Nasional, Presiden Joko Widodo juga mengistruksikan tentang hal itu saat menggelar pertemuan dengan para bupati/wali kota se-Indonesia Timur di Istana Bogor awal Januari tahun 2015 lalu.

Saat itu menurut Presiden, penggunaan Aspal Buton akan mengurangi ketergantungan Indonesia yang tinggi pada aspal minyak yang sampai saat ini masih impor. Selain itu, kualitas Asbuton juga jauh lebih baik dibandingkan dengan aspal minyak.

BACA JUGA: Proyek Jalan Nasional Wajib Gunakan Aspal Buton

Sementara, Kepala Balitbang PU Pera Waskito Pandu saat itu mengatakan, jika dilihat dari kualitas dan umur aspal, pihaknya berani membandingkan aspal Buton jauh lebih baik dibanding aspal minyak. Selain itu kapasitas produksi aspal Buton ini tidak terbatas karena jumlah produksi berskala besar bisa dihasilkan dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.

Bahkan, keunggulan Aspal Buton ini diakui oleh Cina, sebagaimana penelitian yang dilakukan Profesor Shen Jin An membuktikan bahwa sejak dipakai di Cina pada akhir era 1990an Buton Rock Asphalt (BRA) ternyata lebih ekonomis dan tahan lama. Bahkan BRA lebih baik dari aspal yang dimodifikasi dengan tipe SBS atau Styrene-Butadiene-Styrene. [***]
Rep/Rep; Sutrisno

Komentar Facebook