Koperasi Syariah Kekuatan Keuangan Mikro

0 150

Palu, Jurnalsulawesi.com – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Longki Djanggola mengatakan, Koperasi Syariah akan menjadi salah satu pondasi kekuatan keuangan ekonomi mikro dan solusi yang realistis dalam menghadapi liberalisasi ekonomi global di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulteng dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Biro (Karo) Ekonomi dan Pembangunan, Richard Arnaldo pada seminar regional ‘Koperasi Syariah Sebagai Kekuatan Alternatif Lembaga Keuangan Mikro di Sulawesi Tengah’ di Gedung Pogombo kantor gubernur, Kamis (11/7/2019).

Gubernur Longki menyampaikan, pemprov sangat menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan seminar regional yang diselenggarakan oleh Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (Pinbuk) Sulteng.

Menurutnya, sebagai negara dengan mayoritas jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, sudah selayaknya menempatkan Indonesia sebagai sentral ekonomi syariah dunia, maupun sebagai pusat studi, riset, dan role model bagi negera-negara lainnya yang ingin menerapkan sistem ekonomi syariah. Sebab, kelebihan dan potensi sistem ekonomi syariah yang diusung oleh bank-bank syariah, telah membuktikan sanggup bertahan dari gejolak krisis moneter pada tahun 1997.

“Dengan kata lain, sistem tersebut menawarkan solusi yang realistis dan reliabel, dalam rangka menghadapi fase baru liberalisasi ekonomi global di Indonesia,” tutur Ricard.

Ia mengatakan dengan sistem itu, sehingga perkembangan ekonomi syariah dewasa ini cukup signifikan dan menjanjikan, namun masih perlu peningkatan pada peran ekonomi syariah, baik di sektor perdagangan, perbankan, asuransi, investasi termasuk koperasi, dan lainnya, khususnya dalam menerangkan faedah dan keunggulan ekonomi syariah dibandingkan ekonomi konvensional kepada masyarakat.

“Untuk itu, saya mengharapkan para pelaku ekonomi syariah, kiranya berperan sebagai aktor utama dalam melindungi sendi-sendi perekonomian masyarakat,” katanya.

Menurut Richard, dengan ikut mempromosikan keutamaan prinsip-prinsip ekonomi Islam dan syariah yang sangat tegas menolak dan mengharamkan riba atau bunga, serta dapat bersinergi dengan asas kekeluargaan dan koperasi yang menjadi ciri khas ekonomi pancasila.

“Insya Allah, hadirnya koperasi syariah, akan menjadi pondasi dalam memperkuat komitmen sistem perekonomian syariah pada lembaga keuangan mikro di Sulawesi Tengah,” jelas Richard.

Lembaga ini katanya, memberi penguatan dalam memberikan jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat, baik melalui pinjaman atau pembiayaan dalam usaha skala mikro kepada anggota dan masyarakat. Selain itu pula memberi sumbangsih pengelolaan simpanan, maupun pemberian jasa konsultasi pengembangan usaha. [***]

Penulis; Bob Shinoda

Komentar Facebook