Korban Tewas Bom Gereja dan Hotel di Sri Lanka Capai 156 Orang

0 214

Kolombo, Jurnalsulawesi.com – Ledakan di enam lokasi di Sri Lanka, Minggu (21/4/2019), juga merenggut nyawa warga asing. Sejauh ini, dari total 156 korban tewas, sebanyak 35 di antaranya merupakan warga asing.

Enam ledakan terjadi di tiga gereja yakni di ibu kota Kolombo, Kota Negumbo, dan Batticaloa. Sementara tiga hotel berintang lima yang juga menjadi sasaran, yakni Grand Cinnamon, Shangri-la, dan Kingsburry.

Pejabat kepolisian Sri Lanka mengungkap, warga asing yang menjadi korban tewas di antaranya berasal dari Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Belanda.

Sementara itu kedutaan China di Kolombo melaporkan sedikitnya lima warganya mengalami luka dalam serangan ini.

Belum diketahui keberadaan warga asing tersebut saat ledakan terjadi, apakah di hotel atau gereja.

Agussalim SH

Sebelumnya Kepala Kepolisian Sri Lanka Pujuth Jayasundara mengaku sudah mengeluarkan peringatkan ancaman bom bunuh diri 10 hari lalu. Serangan menargetkan gereja-gereja besar di negara itu.

Menurut Jayasundara, peringatan dari jajaran intelijennya sudah diberikan kepada para perwira pada 11 April lalu.

Menurut Jayasundara, intelijen menyebut kelompok militan NTJ (Jamaah Tauhid Nasional) merencanakan serangan bom bunuh diri. Meski demikian sejauh ini tak ada pihak bertanggung jawab.

“Intelijen asing melaporkan bahwa NTJ merencanakan serangan bom bunuh diri mengincar gereja-gereja bersar termasuk perwakilah Komisi Tinggi India di Kolombo,” bunyi peringatan.

NTJ merupakan kelompok radikal Sri Lanka yang tahun lalu menyerang patung Budha.

Kepolisian Sri Lanka juga mengonfirmasi sebanyak 42 korban tewas dalam ledakan di gereja Gereja St Anthony di ibu kota Kolombo serta St Sebastian di Kota Negombo.

Saat itu gereja dipenuhi jemaat yang sedang melangsungkan misa Paskah. Korban tewas lainnya juga berasal dari Hotel Grand Cinnamon, Kolombo.

Seorang pejabat Rumah Sakit Nasional Kolombo mengatakan kepada AFP, pihaknya menerima 160 korban luka hanya dari Gereja St Anthony saja hingga menjelang siang waktu setempat.

Ada satu gereja lagi di Sri Lanka yang menjadi sasaran ledakan. Kepolisian mengonfirmasi total ada enam ledakan yang mengguncang negara itu. Ledakan pertama terjadi di Gereja St Anthony, disusul dengan St Sebastian di Negombo, tak jauh dari Kolombo.

Tiga ledakan lainnya menyasar hotel di Kolombo dan satu ledakan terjadi di gereja Kota Batticalao, sebelah timur Sri Lanka.

Pejabat pemerintah lokal menyebut, di gereja Batticaloa korban luka mencapai lebih dari 300 orang. Media lokal menyebut ada korban tewas dalam ledakan di Batticalao. [***]

Sumber; iNews

Komentar Facebook