Lima Calon Tuan Rumah Piala Dunia 2022 Jika Qatar Dicoret FIFA

0 151

Jurnalsulawesi.com – Kasus penahanan mantan Presiden UEFA, Michel Platini, karena investigasi skandal suap membuat status Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 semakin diragukan.

Michel Platini ditahan Kepolisian Prancis pada Selasa (18/6/2019) untuk keperluan interogasi, terkait andil dalam penunjukan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Legenda timnas Prancis dan Juventus itu menjalani pemeriksaan setelah diinvestigasi seharian pada Rabu (19/6/2019) waktu setempat.

Kepada media, Platini menjelaskan bahwa dia hanya menjawab jujur apa yang ditanyakan polisi.

Lamanya waktu interogasi disebabkan Platini dimintai keterangan soal banyak hal, seperti perannya di Piala Eropa 2016, Piala Dunia 2018, Qatar, hingga Piala Dunia 2022.

“Sungguh menyakitkan mengingat segala hal yang telah saya lakukan. Bagaimanapun, mereka (polisi) melakukan tugasnya dan kami hanya mencoba menjawab semua pertanyaan,” kata Platini, yang dikutip ITV.

Kendati dia menegaskan tak terlibat tindakan ilegal, penahanan Platini membuat status Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 semakin genting akibat hantaman skandal korupsi.

Kondisi ini membuat FIFA selaku otoritas tertinggi sepak bola dunia dikabarkan melakukan pertemuan rahasia guna mempertimbangkan tuan rumah pengganti jika
kasus semakin meruncing.

Pengambilan keputusan mempertahankan Qatar atau tidak perlu ditetapkan lebih cepat mengingat waktu yang tersisa tinggal tiga tahun.

Berikut lima kandidat penyelenggara Piala Dunia 2022 jika Qatar dicoret dari statusnya sekarang yang dikutip dari BolaSport.com.

1. Amerika Serikat
AS muncul sebagai kandidat kuat mengingat status awal mereka sebagai penantang Qatar untuk bidding tuan rumah PD 2022.

Infrastruktur di Negeri Paman Sam juga diklaim memadai. AS terakhir menyelenggarakan Piala Dunia pada 1994.

Namun, FIFA pun mesti mempertimbangkan status AS yang akan menggelar Piala Dunia 2026 selaku host bersama Kanada dan Meksiko.

2. Inggris
Bisa dibilang Inggris kandidat paling ambisius untuk menggantikan Qatar.

Kerinduan Inggris menggelar Piala Dunia di negeri sendiri memuncak karena kesempatan itu terakhir kali, dan satu-satunya, terjadi pada 1966.

Kala itu, mereka sukses menjadi kampiun yang sekaligus menjadi titel tunggal timnas Inggris di kejuaraan akbar ini.

Motivasi Inggris berlipat karena mereka unggul dalam segi akses, prestasi timnas senior dan junior yang meningkat, atmosfer kompetisi domestik, hingga ketersediaan stadion-stadion elite.

3. Argentina
Kalaupun jadi melakukan pencoretan terhadap Qatar, FIFA sangat mungkin tak menunjuk negara Eropa sebagai tuan rumah untuk edisi 2022.

Pasalnya, Piala Dunia teranyar tahun lalu juga baru digelar di Benua Biru, yakni Rusia.

Jika hal ini jadi alasan, Argentina bakal mencuat sebagai calon host dari Amerika Selatan lantaran tak pernah mendapat kesempatan itu sejak 1978.

Kala itu, timnas Argentina menjuarai turnamen dengan sokongan kekuatan Mario Kempes dkk.

Barangkali Argentina berharap seperti Inggris, bahwa status tuan rumah bisa menghadirkan gelar Piala Dunia kembali.

4. Spanyol
Prestasi mentereng timnas Spanyol pada era milenial meningkatkan nilai tawar mereka sebagai calon tuan rumah ajang sebesar Piala Dunia.

Kali terakhir Spanyol mendapatkan privilese itu pada 1982.

Negeri Matador memiliki pamor yang bagus berkat representasi klub kuat macam FC Barcelona, Real Madrid, atau Atletico beserta kandang-kandang megah mereka.

5. Belanda
Negara mini seperti Belanda menjadi tuan rumah? Kenapa tidak?

Terlepas dari ukurannya, Belanda memiliki tradisi kuat dalam dunia sepak bola.

Mereka belum pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia, tetapi berpengalaman sebagai host Piala Eropa 2000 bersama Belgia.

Piala Dunia 2022 bisa menjadi kesempatan terbaik Belanda melakoni debut sebagai penyelenggara mumpung performa timnas mereka tengah naik dan kemunculan pemain berbakat sedang bagus-bagusnya.

Selain negara-negara di atas, Goal Italia juga memunculkan kandidat lain jika Qatar batal menggelar Piala Dunia 2022.

Mereka di antaranya Korea Selatan, Jepang, Australia, hingga wakil Afrika yang gagal terpilih menggelar Piala Dunia 2026, Maroko. [***]

 

Komentar Facebook