Longki Polisikan Penyebar Hoax Sebut Dirinya Biayai People Power

0 1.340

Palu, Jurnalsulawesi.com – Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Tengah (Sulteng), Longki Djanggola menyanggah berita bohong atau hoax yang menyebut dirinya membiayai gerakan people power.

Hoax yang menyebar di jejaring media sosial Facebook itu berupa gambar lembaran koran Harian Mercusuar yang dipastikan adalah editan. Judul beritanya menyolok dan menuding Longki yang juga Gubernur Sulteng membiayai people power yang lagi ramai belakangan ini.

“Itu berita hoax dan tidak bertanggungjawab. Itu lembaran koran yang diedit lalu disebarkan di media sosial,” tandas Longki melalui layanan WhatsApp, Minggu (19/5/2019).

Ia menyebut, bulan Ramadhan sebaiknya dimanfaatkan oleh kaum Muslimin untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat semisal berbagi dengan sesama, daripada menyebarkan berita bohong seperti itu.

Pemimpin Redaksi Harian Mercusuar, Tasman Banto menyatakan sangat keberatan atas tindakan yang mencatut media yang dipimpinnya dan menjelek-jelekkan gubernur.

Agussalim SH

“Kita pertimbangkan untuk menempuh jalur hukum atas tindakan tersebut,” kata Tasman Banto, Minggu (19/5/2019) petang.

Sementara, saat ini Tim Advokasi dan Hukum DPD Partai Gerindra Sulteng yang dipimpin Arena Jaya Parampasi tengah menyiapkan berkas untuk melaporkan kasus penyebaran hoax ini ke Polisi.

“Ada beberapa orang yang kita akan laporkan ke Polisi, Senin, 20 Mei 2019. Mereka sesuai penelusuran tim kami melakukan penyebaran hoax tersebut melalui akun media sosial mereka. Kita akan mendasarkan laporan kami dengan UU ITE,” sebut Arena.

Diketahui, media yang dicatut tersebut merupakan koran Harian Mercusuar yang sebelumnya memuat tentang bantuan Lions Club Rehabilitasi Dua Sekolah Rp2 Miliar.

Oleh pelaku penyebar Hoax, foto diedit dan diganti dengan foto Longki Djanggola. Kemudian, judul berita juga diganti menjadi Longki Djanggola Membiayai Aksi People Power di Sulteng. [***]

Inilah koran asli Harian Mercusuar yang diduga foto dan judul berita diedit oleh penyebar hoax. [Ist]

Penulis; Bob Shinoda
Editor; Sutrisno

Komentar Facebook