Mantan Teroris Poso: Deradikalisasi Perlu Dukungan Masyarakat

0 133

Palu, Jurnalsulawesi.com – Mantan teroris Poso WW, menilai peran masyarakat sangat penting demi suksesnya program deradikalisasi yang digagas Pemerintah.

Hal tersebut perlu dilakukan sebagai stratregi untuk menetralisir paham-paham yang dianggap radikal dan membahayakan dengan cara pendekatan tanpa kekerasan.

Persoalannya, pemahaman maupun idiologi yang keras kearah radikalisme sudah didapatkan oleh para mantan narapidana kasus terorisme, utamanya para mantan simpatisan kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) Kabupaten Poso, sehingga hal tersebut dapat menjadi dasar untuk melakukan aksi terorisme terutama di saat situasi pasca pesta demokrasi yang dianggap terjadinya diskriminasi terhadap ulama.

Pihak-pihak terkait juga harus sering melakukan klarifikasi serta memberikan penjelasan perihal kasus maupun isyu hoax yang muaranya sering menjatuhkan pemerintahan.

“Upaya ini akan bisa mencegah terekrutnya kembali para mantan Napiter serta akan membendung penyebaran paham maupun idiologi yang mengarah pada tindakan radikalisme,” kata WW mantan Napiter saat menerima kunjungan silaturahmi Kasubdit IV Dit Intelkam Polda Sulteng Kompol Safrudin SE beberapa waktu lalu.

Agussalim SH

WW juga menambahkan bahwa dari 12 mantan simpatisan MIT Poso serta eks Narapidana Teroris (Napiter), salah satunya perempuan dan alhamdulillah mereka kini telah kembali dan berbaur dengan masyarakat. Bahkan sebagian besar dari mereka telah melakukan aktifitas seperti biasa guna menghidupi keluarga mereka masing-masing.

“Meski demikian para eks Napiter ini tetap mengikuti kajian-kajian melalui kegiatan ta’lim,” cetusnya.

WW juga berharap aparat keamanan terus melakukan kegiatan pendekatan dengan cara membangun silaturahmi sehingga hubungan emosional dengan para eks Napiter terus terjalin, dan ini juga akan menutup ruang bagi mereka untuk kembali terpengaruh dengan paham dan idiologi yang menjurus kepada aksi terorisme. [***]

Penulis; Agus Manggona

Komentar Facebook