Mulai Dibangun, Biaya Jembatan Palu V Rp59 Miliar

0 1.294

Palu, Jurnalsulawesi.com – Walikota Palu Drs Hidayat mengatakan, biaya pembangunan jembatan Palu V yang membentang di atas Sungai Palu, tepatnya di Kelurahan Nunu yang terhubung dengan Kelurahan Tatura Utara, akan menghabiskan anggaran Rp59 miliar.

“Pemkot Palu menganggarkan biaya pembangunan jembatan Palu V sebesar Rp59 miliar. Jembatan ini dibangun untuk memperlancar akses transportasi dari Palu Barat ke Palu Timur,” kata Walikota Hidayat pada acara peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Palu V di Kelurahan Nunu, Kota Palu, Rabu (10/7/2019).

Menurut Walikota, perencanaan pembangunan jembatan tersebut sudah dimulai sejak 2017 hingga 2018, termasuk pembebasan lahan warga yang terdampak pembangunan jembatan. “Tahun ini masuk tahap pembangunan,” imbuh Hidayat yang dikutip Antara.

Pembangunan infrastruktur jembatan sudah masuki tahap awal konstruksi, dimana paket pekerjaan tersebut diperkirakan memakan waktu 180 hari atau enam bulan setelah peletakan batu pertama.

Menurut wali kota, jembatan menjadi kebutuhan masyarakat saat ini selain memudahkan akses trasportasi dari dan menujuh wilayah barat-timur, juga merupakan upaya pemerintah setempat mengurai kemacetan di dalam kota.

Pascagempa, tsunami dan likuifaksi melanda Palu, tingkat kepadatan kendaraan semakin bertambah apalagi jalur logistik yang membentang sekitar 7,2 kilometer di kawasan pesisir Teluk Palu ikut hancur termasuk jembatan Palu IV sebagai maskot Ibu Kota Provinsi Sulteng sehingga dilakukan pengalihan jalur ke dalam kota.

“Sebelum bencana, tingkat kepadatan kendaraan cukup tinggi, sehingga sejumlah ruas jalan dalam kota di waktu-waktu tertentu terjadi kemacetan. Olehnya pemerintah mengambil langkah membangun jembatan guna memecah tumpukan kendaraan,” kata Hidayat lagi.

Dia berharap pembangunan Jembatan Palu V harus dikerjakan secara profesional dan wajib bagi pelaksana untuk memperhatikan kualitas serta mempertimbangkan sisi estetika.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu Iskandar Arsyad mengatakan secara teknis pembanguan Jembatan Palu V sangat sederhana dan tentunya tetap memerhatikan sisi kualitas konstruksi karena pemanfaatan infrastruktur tersebut untuk kebutuhan jangka panjang.

“Konstruksinya mengacu pada aspek-aspek kegempaan, artinya jebatan ini sudah dirancang khusus tahan gempa karena wilayah pembangunan infrastruktur ini masuk dalam zona tiga yang koefien gempanya 1,5 pada skala Richter per hari,” kata Iskandar.

Jembatan yang baru dibangun menyeberangi sungai Palu memiliki panjang sekitar 100 meter dengan tinggi dari permukaan air sekitar enam meter. [***]

Editor; Sutrisno

Komentar Facebook