Operasi Keselamatan Tinombala Jaring Pengedar Narkoba

Iklan Sofyan Puasa
0 192

Palu, Jurnalsulawesi.com – Operasi Keselamatan Tinombala 2019 yang berlangsung selama 14 hari sejak tanggal 29 April – 12 Mei 2019 telah berakhir.

Dalam operasi yang digelar jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) itu tidak hanya melakukan teguran dan tindakan langsung tilang (Tilang) terhadap pengendara Ranmor yang melanggar lalu lintas, tetapi juga berhasil meringkus pengedar narkoba jenis sabu.

Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto menjelaskan, penangkapan tersangka terjadi pada Rabu (8/5/2019), sekira pukul 06.00 wita, saat dilakukan tindakan Preemtif dan Preventif oleh Pers Ops Keselamatan Tinombala 2019 di Jalan Diponegoro Kota Palu.

“Tersangka AQ terjaring saat hendak mengisi angin pada Ban kendaraan miliknya dan tidak membawa dokumen kelengkapan berkendara (SIM,STNK & BPKB, Tidak menggunakan Helm),” kata AKBP Didik dalam jumpa pers bersama Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sulteng Kombes Imam Setiawan, dalam jumpa pers di Mapolda Sulteng, Senin (13/5/2019) sore.

Adapun barang bukti yang diamaknkan dari tersangka yakni Korek api Gas sebanyak 3 Buah, Pipet Aqua gelas sebanyak 3 buah,
Paket bungkusan berisi sisa Narkoba jenis Sabu sebanyak 1 buah

“Saat ini yang bersangkutan telah diamankan personel Ops Keselamatan Tinombala 2019 dan telah dibawa menuju Dit Narkoba Polda Sulteng guna kepentingan Penyidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Kabidhmas Polda Sulteng berharap, dengan adanya Operasi Keselamatan Tinombala 2019 ini dapat meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya, meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, menurunnya tingkat korban kecelakaan lalu lintas.

“Bagi masyarakat yang akan mudik menjelang hari raya Idul Fitri 1440 H nanti agar memperhatikan kondisi kelayakan dan kelengkapan kendaraan bermotor masing-masing dan bagi penyedia jasa angkutan umum untuk betul-betul memperhatikan keselamatan penumpang,” ucap Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto.

Sementara, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sulteng Kombes Imam Setiawan, mengatakan dalam operasi itu setidaknya telah melakukan tindakan dengan mengeluarkan 1.028 lembar surat tilang dan 6.425 lembar teguran terhadap 7.453 para pelanggar lalu lintas.

Pada Tahun 2018 lalu jumlah kecelakaan terdapat 49 kasus, jumlah korban meninggal dunia 10 kasus, jumlah korban luka berat 29 kasus dan jumlah korban luka ringan 38 kasus dengan kerugian materil Rp125.250.000,-

“Dibandingkan dengan jumlah kecelakaan pada Tahun 2019 terdapat 48 kasus, jumlah korban meninggal dunia 12 kasus atau naik 20 persen, jumlah korban luka berat 23 kasus dan jumlah korban luka ringan 48 kasus atau naik 26 persen dengan jumlah kerugian materil sebesar Rp152.300.000,- atau naik 22 persen,” jelas Imam.

Adapun jenis pelanggaran lalu lintas didominasi oleh masih banyaknya para pengendara kendaraan dijalan raya tidak mengunakan helm, tidak melengkapi surat-surat dan kelengkapan kendaraan, dan jenis kendaraan yang terlibat pelanggaran di dominasi oleh sepeda motor.

Selain itu para pelaku pelanggaran didominasi oleh pelaku yang saat mengendarai kendaraannya tidak memiliki SIM, kendaraan yang terlibat laka lantas didominasi oleh sepeda motor. [***]

Penulis; Sutrisno

Komentar Facebook