Peduli Korban Bencana, AHY Kunjungi Huntara di Sigi

0 97

Sigi, Jurnalsulawesi.com – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengunjungi korban bencana gempa dan likuifaksi yang saat ini mendiami hunian sementara (Huntara), di Desa Lolu, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (7/1/2019) petang.

Agus yang tiba di Bandara Mutiara SIS Aljufrie Palu, sekira Pukul 15.30 Wita, langsung menuju lokasi Huntara, yang dihuni warga korban gempa dan likuifaksi dari Desa Jono Oge dan Desa Lolu, Kecamatan Biromaru.

Kedatangan Agus bersama rombongan AHY Foundation disambut dengan gembira oleh warga penghuni Huntara. Warga pun berjubel memadati aula pertemuan yang ada di Huntara, karena ingin melihat lebih dekat suami Anissa Pohan itu. Tak sedikit warga, terutama ibu-ibu yang minta ber-swa foto dengan AHY.

Dalam pertemuan dengan warga, AHY juga mendengarkan dengan seksama penuturan warga yang mengalami dahsyatnya gempa dan likuifaksi yang terjadi pada 28 September 2018 lalu.

Bambang, salah satu warga kepada AHY menuturkan, saat peristiwa mengerikan itu terjadi, anaknya baru saja selesai melaksanakan Adzan Magrib, di Mushala.

“Begitu anak saya selesai adzan, langsung terjadi gempa dan anak saya teriak-teriak ketakutan. Sedangkan istri saya saat itu sedang bersiap-siap shalat Magrib,” tuturnya.

Saking paniknya kata Bambang, bahkan istrinya nyaris lari keluar dalam keadaan (maaf) telanjang. “Tapi karena malu dilihat orang, akhirnya istri saya masuk lagi ke kamar. Di dalam kamar itulah istrinya nyaris ta dapat diselamatkan, karena kakinya sempat tertanam lumpur,” katanya.

Hal senada juga diceritakan Kuswantoro, yang berprofesi sebagai Guru. Kuswantoro menuturkan, ia melihat hal yang sangat mengerikan, saat seorang ibu bersama tiga anaknya yang salah satunya masih bayi, teriak-teriak meminta pertolongan karena tenggelam dalam lumpur.

“Sekarang semuanya sudah habis. Kami tak punya aset apa-apa lagi,” kata Kuswantoro.

Karena itu Kuswantoro berharap, AHY dapat menyampaikan keinginan warga korban bencana yang menimpa Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala), kepada pemerintah melalui jaringan yang dimiliki AHY.

Kuswantoro juga berharap, janji Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait ganti rugi berupa uang sesuai tingkat kerusakan (parah, sedang dan ringan) dapat segera direalisasikan.

“Kami sangat membutuhkan ganti rugi seperti yang dijanjikan Wapres beberapa waktu lalu. Kami juga ingin anak-anak yang menjadi korban bencana bisa mendapat beasiswa,” harapnya.

Mendengar cerita warga, AHY menyatakan turut prihatin dan meminta agar tetap sabar menerima cobaan yang menimpa warga.

“Saya datang ke sini untuk menyampaikan simpati. Kebersamaan dengan warga seperti ini bisa membangkitkan semangat bagi masyarakat,” ungkapnya.

“Saya juga turut prihatin dengan bencana yang bapak-bapak dan ibu-ibu alami. Saya doakan, semoga kehidupan cepat pulih dan bencana ini cepat berlalu. Ibu Ani dan Pak SBY juga menitip salam untuk semua yang ada di sini,” imbunya di hadapan warga terdampak bencana.

Dalam kunjungannya itu, AHY juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga. Bantuan yang diserahkan berupa, logistik dan peralatan dapur seperti kompor, yang sangat dibutuhkan warga korban bencana.

Selain itu, AHY juga memberikan bantuan berupa pembuatan sumur untuk ketersediaan air bersih bagi warga yang menghuni Huntara.

Usai menyerahkan bantuan dan melihat langsung proses pembuatan sumur, AHY berharap kehadirannya bersama AHY Foundation dapat meringankan beban warga yang menjadi korban gempa, tsunami dan likuifaksi.

Agus Harimurti Yudhoyono menyerahkan bantuan AHY Foundation secara simbolis kepada warga di aula Huntara Desa Lolu, Kabupaten Sigi, Senin (7/1/2019). [Trisno]
“Jangan dilihat isinya, tapi niat kami untuk bisa mengurangi kesulitan masyarakat dan saudara-saudara kita yang sampai hari ini tidak memiliki tepat tinggal yang permanen. Oleh karena itu, melalui AHY Foundation kami membawa sejumlah bantuan, termasuk pembuatan sumur yang sementara dikerjakan. Karena yang paling mendasar kebutuhan warga adalah air bersih,” kata AHY di hadapan sejumlah wartawan.

AHY juga mengatakan, akan menyampaikan aspirasi warga korban bencana kepada wakil rakyat dari Partai Demokrat, baik yang ada di DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota.

“Kita harus memperhatikan terus kebutuhan warga yang menjadi korban, terutama kebutuhan makanan, gizi dan pendidikan anak-anak,” ujarnya.

Terkait dengan penangan bencana yang dilakukan oleh pemerintah, AHY menyatakan dengan segala keterbatasan pemerintah telah melakukan penanangan secara sesuai dengan kemampuan.

“Kita juga berterima kasih kepada semua elemen pemerintah pusat dan daerah, BNPB, BPBD, TNI/Polri dan lembaga non pemerintah seperti NGO yang terlibat memberikan bantuan dan dukunga. Karena tidak ada yang sempurna dalam keadaan seperti ini,” katanya. [***]

Penulis; Sutrisno

Komentar Facebook