Pengunjuk Rasa Segel Kantor ULP Tolitoli

0 1.248

Tolitoli, Jurnalsulawesi.com – Puluhan pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tolitoli dan Koalisi Wartawan Tolitoli (Kawat) menyegel kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) Tolitoli, saat menggelar aksi demo, Jumat (24/5/2019).

Penyegelan itu terjadi karena tidak satupun anggota Kelompok Kerja (Pokja) ULP yang menerima pengunjukrasa yang melakukan aksi, terkait proses pengadaan barang dan jasa di ULP juga terindikasi tidak transparansi dan tada kongkalikong antara pihak ketiga dan Kelompok Kerja (Pokja) ULP Tolitoli.

“Saya selaku Kodinator Lapangan (Korlap) memerintahkan kepada rekan-rekan pengunjuk rasa untuk menyegel kantor ULP Tolitoli,” tegas Korlap Ahmad Pombang.

Ahmad menegaskan karena tidak satupun anggota Pokja ULP Tolitoli yang menemui pengunjukrasa, sehinggah Ahmad, mendesak dan meminta ijin kepada aparat Kepolisian yang mengwal aksi, untuk melakukan penyegelan.

“Pokja ULP takut temui massa, jadi saya sarankan untuk menyegel kantor ULP,” ujarnya.

Agussalim SH

Sementara ketua LSM Gerakan Anti Korupsi Indonesia (GIAK) Sulteng Henri Lamo,SE, saat menyampaikan orasinya mengatakan bahwa proses pengadaan barang dan jasa yang selama ini terindikasi banyak kecurangan, dimana setiap proses lelang proyek, pihak ULP sudah mengkondisikan rekanan yang akan di menangkan.

“Saya menduga setiap proses lelang proyek ULP terindikasi sudah mengkondisikan rekanan yang akan di menangkan,” Kata Henri.

Bahkan Henri Lamo menegaskan ULP selaku penyedia barang dan jasa, peserta lelang selalu mengikuti tahapan lelang sesuai dengan petunjuk yang dipersyaratkan.

Namun rekanan dalam hal ini kontraktor merasa janggal ketika mengikuti tahapan dengan meng-upload dokumen penawaran, rekanan tidak bisa masuk (tidak bisa upload) ke website LPSE sehingga selalu gagal dan tanpa diketahui secara pasti penyebabnya.

“Dugaan kami ada persekongkokolan yang dilakukan oleh Pokja ULP dengan rekanan yang akan diarahkan setiap lelang proyek, karena rekanan lain yang mengupload penawaran sampai batas waktu yang ditentukan tidak bisa mengupload penawaran, sehinggah rekanan merasa dirugikan,” beber Henri Lamo.

Henri mengatakan, dengan tidak satupun Pokja ULP tidak menemui pengunjuk rasa, maka pihaknya berjanji akan kembali melakukan aksi dan menduduki ULP dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Iya, hari ini baru kita segel kantor ULP karena tidak ada anggota Pokja ULP yang temui kami, dalam waktu yang tidak terlalu lama kami akan kembali menduduki ULP dengan jumlah massa yang lebih besar,” Ancam Henri.

Usai melakukan aksi unjuk rasa di fepan kantor ULP, yang di kawal oleh aparat kepolosian, puluhan pengunjuk rasa kembali dengan tertib ke Sekretariat bersama LSM dan Wartawan. [***]

Puluhan orang menggelar aksi demo di Kantor ULP Tolitoli terkait terkait dugaan adanya kongkalikong antara Pokja ULP dengan pihak ke tiga, Jumat (24/5/2019). [R. Manggona]

Penulis; R Manggona

Komentar Facebook