Persekusi Neno Warisman Ancaman Serius Demokrasi

0 98

Jurnalsulawesi.com – Sekelompok massa yang mengatasnamakan Barisan Pemuda Riau (BPR) menolak kedatangan inisiator gerakan #2019GantiPresiden di Pekanbaru.

Aturan Harus Tegak Agar Persekusi Neno Warisman Tidak Terulang
Mereka menilai, deklarasi #2019GantiPresiden yang akan dihadiri Neno Warisman merupakan bentuk makar terhadap pemerintah.

Neno tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Kamis (23/8/2018) sekira pukul 15.00 WIB. Kedatangannya dikawal pihak kepolisian. Setibanya di pintu keluar bandara, ratusan massa langsung melakukan penghadangan.

“Yang diancam disuruh bubar dan dihalangi, yang mengancam justru dibiarkan. Kok nalar aparat kita terbolak-balik. Ini ancaman serius buat demokrasi kita,” kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak dalam twit-nya @Dahnilanzar, Minggu (26/8/2018).

Penggerak Deklarasi #2019GantiPresiden, Neno Warisman tertahan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Provinsi Riau hingga tengah malam.

Ratusan massa menghadangnya lalu melakukan persekusi terhadap Neno. Tak hanya itu menurut Neno aparat keamanan juga menghardik dirinya.

Detik-detik Neno Warisman Dipaksa Pulang dari Riau
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengunggah video yang merekam saat Neno Warisman diantar ke bandara untuk meninggalkan Riau dan kembali ke Jakarta.

Melalui akun Twitternya @fadlizon, ia merilis rekaman tersebut pada Sabtu, 25 Agustus 2018, sekitar pukul 08.45 malam. Fadli Zon berpesan agar siapa saja yang mengenal oknum yang memulangkan Neno untuk mencatatnya.

Dalam unggahan video tersebut, Fadli menulis, “Kiriman video terakhir dr Mb Neno yg dipaksa keluar mobil msk pesawat. Klu ada yg kenal oknum2 itu silakan catat.”

Berikut video yang diunggah Fadli Zon di akun Twitternya saat Neno diusir.

 

Sumber; RMOL/Viva

 

Komentar Facebook