Pesawat Ruang Angkasa Pertama Israel Jatuh Menghantam Bulan

0 86

Yerusalem, Jurnalsulawesi.com – Wahana ruang angkasa Israel -yang diberi nama Beresheet- jatuh menghantam permukaan Bulan setelah mesin utamanya mengalami kerusakan.

Pesawat ruang angkasa tak berawak itu berusaha melakukan pendaratan secara perlahan, namun mengalami masalah teknis saat turun ke permukaan Bulan.

Tujuan misi ruang angkasa yang didanai swasta ini untuk melakukan pemotretan dan melakukan eksperimen.

Israel berharap menjadi negara keempat yang berhasil mendaratkan pesawat ruang angkasanya di Bulan.

Sejauh ini, hanya bekas Uni Soviet, Amerika Serikat, dan China yang berhasil mendaratkan wahan ruang angkasanya di Bulan.

“Kami tidak berhasil, tetapi kami sudah mencoba,” kata Morris Kahn, pencetus proyek dan pendukung utama misi ruang angkasa ini, seperti dikutip BBC, Jumat (12/4/2019).

“Saya pikir pencapaian kami amat luar biasa, saya pikir kami bangga,” sambungnya.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu turut menyaksikan langsung kejadian tersebut dari ruang kontrol di dekat Ibu Kota Tel Aviv.

“Jika awalnya tidak berhasil, harus dicoba lagi,” kata Netanyahu.

Setelah perjalanan selama tujuh pekan menuju Bulan, pesawat ruang angkasa tak berawak itu mendekati orbit terakhir sejauh 15 km dari permukaan.

Suasana tegang terlihat di pusat pengendali karena mereka kehilangan kontak komunikasi, sebelum akhirnya Opher Doron—salah seorang pimpinan divisi ruang angkasa Israel, Aerospace Industries—mengumumkan bahwa wahana ruang angkasa itu gagal mendarat.

“Sayangnya, kami belum berhasil mendarat,” katanya.

Masyarakat yang berada di luar ruangan kontrol di markas Israel Aerospace Industries (IAI) dan yang mengikuti proses pendaratan wahana itu, tak kuasa menahan emosi ketika mengetahui kegagalan pendaratan Beresheet.

Saat Doron mengumumkan wahana ruang angkasa itu mengalami kerusakan mesin, sebagian warga di ruangan itu terlihat histeris.

“Kami mengatur ulang wahana itu agar mesinnya dapat hidup lagi,” katanya.

Mesin sempat menyala beberapa detik dan penonton lantas bertepuk tangan. Namun tiba-tiba komunikasi terputus dan pesawat ruang angkasa itu hilang dari pemantauan. Misi berakhir.

Proyek ambisius ini menelan biaya sekitar 100 juta dolar AS dan membuka jalan bagi eksplorasi bulan berbiaya rendah di masa depan.

Dr Kimberly Cartier, astronom dan wartawan sains, mencuit di akun Twitternya bahwa dia mengaku sedih atas kegagalan misi Beresheet.

“Tapi saya bangga dengan seluruh @TeamSpaceIL,” cuit Cartier.

Beresheet, yang dalam bahasa Ibrani berarti “pada awalnya”, adalah proyek bersama antara SpaceIL, organisasi nirlaba Israel yang didanai secara pribadi, dan Israel Aerospace Industries. [***]

Sumber; iNews

Komentar Facebook