Polisi Pastikan Jaringan MIT Pelaku Pembunuhan Ayah dan Anak di Parigi Moutong

0 632

Palu, Jurnalsulawesi.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) memastikan, pembunuhan terhadap ayah dan anak yang ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di pegunungan Batu Tiga, Desa Tindaki, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), adalah perbuatan dari kelompok jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), yang masuk dalam DPO kelompok sipil bersenjata di Poso.

Hal tersebut dikatakan Kapolda Sulteng Brigjen Pol. Lukman Wahyu Hariyanto, M.Si, dalam konferensi pers yang didampingi Wakapolda Kombes Pol. Setyo Boedi Moempoeni Harso, M.Hum dan Kabid Humas AKBP Didik Supranoto, S.IK, di Aula Torabelo, Mapolda Sulteng, Senin (8/7/2019) sore.

“Saya pastikan pelaku adalah DPO MIT, karena sebelumnya bapak dan anak ini mutasi dari Poso 2017, yang pindah ke Desa Tanalanto, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong,” terang kapolda kepada puluhan wartawan yang hadir.

Kapolda menjelaskan, saat masih berada di Poso bapak anak sudah beberapa kali pernah bertemu dengan para terduga pelaku dan sempat mengalami intimidasi.

“Karena mendapat intimidasi, maka mereka mutasi ke Parigi Moutong. Jadi sebetulnya, korban sudah mendapat insting jika akan mengalami kejadian tersebut. Ini kami peroleh keterangan dari para saksi yang sudah kita amankan,” kata Kapolda.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua orang warga yang berstatus ayah dan anak, yakni Tamar (50) dan Patmar alias Patte (27), warga Dusun Tokasa, Desa Tanalanto, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menjadi korban pembunuhan pada Selasa (25/6/2019) lalu.

Korban ditemukan tewas mengenaskan di tempat yang menjadi wilayah operasi Satgas Tinombala, untuk mengejar sisa DPO kelompok sipil bersenjata yang diduga masih berada di wilayah Kabupaten Poso yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Parigi Moutong.

Sampai saat ini sebut Kapolda, Satgas Tinombala masih terus memburu 9 orang sisa daftar pencarian orang (DPO) terduga kelompok sipil bersenjata jaringan MIT yang melakukan teror di wilayah tersebut.

“Meskipun mengalami beberapa kesulitan dalam upaya pengejaran, tidak menghalangi upaya penangkapan. Semoga bisa segera tertangkap,” tutup mantan Wakapolda Kaltim ini. [***]

Penulis; Sutrisno

Komentar Facebook