Rismaharini Akan Pantau Pembangunan Huntap Bantuan Pemkot Surabaya

0 202

Palu, Jurnalsulawesi.com – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memastikan akan terus memantau proses pembangun 11 unit hunian tetap (Huntap) bantuan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, untuk korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu.

Hal tersebut dikatakannya usai peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Huntap bantuan Pemkot Surabaya di kawasan relokasi dan huntap di Kelurahan Tondo, Kota Palu, Rabu (19/6/2019).

Didampingi Sekretaris Kota Palu Asri dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Palu, Risma mengatakan, bantuan huntap senilai Rp660 juta tersebut harus diawasi termasuk kualitas bahan baku yang digunakan.

“Harus kita awasi karena kita sudah baya. Kita juga akan cek kualitasnya. Bantuan ini tetap dipantau karena ini uang rakyat. Harga per unit huntap bantuan kita ini sekitar Rp70 an juta,” kata Risma.

Risma berharap, bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi Pemkot Palu khususnya kepada bagi pengungsi yang menajdi korban bencana. Ia juga berharap dengan dimulainya pembangunan huntap bantuan Pemkot Surabaya ini dapat menarik perhatian pemerintah-pemerintah kota lainnya untuk ikut membantu Kota Palu.

“Kita berharap pembangunan huntap ini selesai secepatnya karena uangnya sudah siap dan tinggal kontraktor mengerjakan huntap ini,” kata Tri Rismaharini.

Sementara Wali Kota Palu, Hidayat saat menerina Tri Rismaharini di ruang kerjanya menyebutkan sekira 55 ribu unit rumah yang hancur akibat bencana 28 September 2018.

“Jadi 55 ribu unit rumah yang rusak itu antara lain rusak berat, rusak sedang, rusak ringan, hancur dan hilang,” katanya.

Korban bencana yang rumahnya rusak tersebut lanjutnya tidak semua direlokasi. Sebagian ada yang menerima dana stimulan untuk memperbaiki rumahnya yang rusak dan sisanya diberi bantuan berupa huntap.

“Ada yang dibangunkan huntap di atas tanah rumah mereka yang hancur karena tanahnya mereka tidak berada di zona merah. Jadi tidak semua direlokasi,” ujarnya yang dikutip Antara. [***]

Editor; Sutrisno

Komentar Facebook