Seorang Pengungsi Asal Palu Tewas Gantung Diri di Matim NTT

0 395
Iklan Sofyan Lasimpara

Matim, Jurnalsulawesi.com – Seorang pria asal Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), tewas gantung diri di sebuah pondok di kampung Paka, Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (31/3/2019).

Dikutip dari VoxNtt.com, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Borong, AKP Virgantara Sjarifudin menuturkan, korban bernama Mohamad Ridwan Latim Pagi (43), asal Palu, Provinsi Sulteng.

Dikatakannya, peristiwa itu terjadi sekira pukul 11.00 Wita. Kapolsek menjelaskan, sebelum kejadian Ridwan (8) anak korban yang masih duduk di kelas satu Sekolah Dasar (SD), melihat korban meminum obat dan muntah-muntah.

Setelah itu, korban naik ke atas loteng sambil menggenggam tali nilon di tangannya.

“Pada saat itu pula anak korban, pergi memberitahukan pamannya, Rudianus Galus (40), yang rumahnya berjarak sekira 1 kilometer (km) dari TKP,” ujarnya.

Lanjut Virgantara, mendengar informasi tersebut Rudianus dan Nikolaus Jematu langsung ke TKP. Ternyata benar korban dalam keadaan tergantung.

Keduanya mengira korban masih bisa tertolong karena badanya masih hangat, sehingga mereka langsung memotong tali yang terikat pada leher korban, namun ternyata setelah diturunkan korban sudah tidak bernyawa.

Menurut Virgantara, dari Yuliana Pahung (30) istri korban keduanya sudah menetap lebih dari 7 tahun di Palu, Sulawesi Tengah.

Keberadaan keduanya di Kampung Paka, Desa Gurung Liwut, berstatus sebagai pengungsi akibat bencana gempa Palu beberapa waktu lalu.

Yuliana sendiri berasal dari kampung Paka, sehingga keduanya bersepakat untuk tinggal sementara di kampung orang tua sang istri.

Lanjut Virgantara, sebelumnya korban pernah mengajak kepada Yuliana untuk kembali lagi ke Palu, namun karena belum punya uang sehingga selalu tertunda keberangkatannya.

Sebelum peristiwa tragis itu, Yuliana sempat mengajak korban untuk sama-sama ke kebun orang, untuk mengetam padi dengan gaji harian. Kepada Yuliana, korban mengaku akan menyusul.

Tetapi sekira pukul 10.30 wita, Yuliana mendengar informasi dari warga, bahwa korban ditemukan telah meninggal dunia dengan menggantung diri. [***]

Editor; Sutrisno

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.