Tiket Pesawat Mahal, Obyek Wisata Ini Kehilangan Turis

0 134

Jurnalsulawesi.com – Harga tiket pesawat penerbangan domestik yang masih mahal membuat kunjungan wisatawan ke Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara turun sebesar 10 persen. Padahal Danau Toba masuk dalam daftar destinasi wisata yang sedang dikembangkan oleh pemerintah Indonesia, atau yang populer disebut 10 Bali Baru.

Penurunan terhitung sejak Januari hingga Mei 2019 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kita berharap harga tiket bisa kembali normal. Supaya, pariwisata kita terus meningkat,” kata Direktur Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo, Senin (17/6/2019).

Arie mengatakan mahalnya tiket penerbangan domestik sangat berpengaruh pada penurunan penumpang di Bandara Sisingamangaraja XII (Bandara Silangit), Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut.

Padahal banyak wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba lewat Bandara Sisingamangaraja XII.

“Memang terjadi penurunan penumpang di Bandara Silangit mencapai 10 persen. Waktu kita cek ke Angkasa Pura II, Bandara Silangit masih relatif oke dibanding bandara yang lain. Bandara lain bisa turun hingga 15 sampai 20 persen. Jadi semua terdampak namun Bandara Silangit paling kecil,” terangnya.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, hasil penelusuran pada Senin (17/6/2019) melalui berbagai situs pemesanan akomodasi, harga tiket penerbangan dari Jakarta (Bandara Internasional Soekarno Hatta) ke Danau Toba (Bandara Silangit) memang melejit.

Salah satunya maskapai penerbangan Citilink yang menawarkan harga mulai dari Rp1,6 jutaan per orang untuk sekali penerbangan pada 28 Juni 2019.

BPODT mengakui mahalnya harga tiket menjadi masalah nasional. Dia berharap harga tiket kembali normal agar kunjungan wisatawan ke Danau Toba bisa terus meningkat.

“Khususnya ke kawasan Danau Toba. Kita berharap harga tiket bisa kembali normal. Supaya, pariwisata kita terus meningkat,” harapnya.

Dijelaskan Arie, Bandara Sisingamangaraja XII terus mengalami perkembangan. Infrastruktur di sana terus dibangun untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

“Infrastrukturnya terus dibangun, bandaranya makin bagus, runway-nya makin panjang, apron makin lebar,” jelasnya.

Saat ini sudah ada empat kali penerbangan internasional khususnya rute dari Malaysia.

Untuk meningkatkan kunjungan wisata, BPODT juga berkoordinasi dengan semua pihak mulai dari Atraksi, Amenitas dan Aksesibilitas (3A) dipersiapkan dengan baik.

“Kita lihat data setiap mereka sampai, kita selalu dibagi datanya. Pas lebaran kemarin ada yang bahkan mencapai 90 persen dari total seat,” bebernya. [***]

Komentar Facebook