Turun Gunung, Abdullah Hehamahua: Karena Mahasiswanya Tidur

0 132

Jakarta, Jurnalsulawesi.com Mantan penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua ikut mengawal dari luar sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat(14/6/2019).

Abdullah bergabung dengan kelompok massa yang sebagian besar mengenakan rompi berwarna kuning.

“Tujuan kita memberi support kepada MK agar mereka betul-betul independen, jujur dan berani dalam menjalankan tugas sesuai tupoksi tanpa takut terhadap intervenai,” ujar Abdullah.

Abdullah menjelaskan bahwa massa berompi kuning merupakan alumni dari Univesitas Indonesia yang juga bergabung bersama GNPF dan PA 212.

“Alumni UI yang rompi kuning itu, karena mahasiswanya sudah tidur, maka ini emak-emaknya, datok-datoknya dan kakek-kakeknya yang turun,” jelasnya.

Agussalim SH

Menurutnya, selain memberikan dukungan kepada MK juga sekaligus pelajaran penting kepada generasi muda untuk lebih peduli kepada kondisi bangsa.

“Saya dalam usia 71 tahun ingin mengakhiri hidup saya dengan ikut andil,” tukasnya seperti dikutip RMOL.

Sementara, Humas Polda Metro Jaya membenarkan mantan penasihat KPK, Abdullah Hehamahua menjadi penanggung jawab aksi Gerakan Kedaulatan Rakyat untuk Keadilan dan Kemanusiaan di sekitar gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019).

Berdasarkan salinan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) nomor STT/005/VI/2019/Datro yang diterima redaksi, tercantum estimasi massa aksi kurang lebih 1.500 orang dan mengambil lokasi di silang Monas barat daya atau patung kuda Indosat, Jakpus.

“Iya surat tersebut benar,” kata Kepala Bidang Humas PMJ, Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, pagi ini.

Argo memastikan aksi GKR untuk Keadilan dan Kemanusiaan ini telah mendapat izin kepolisian. Tujuan aksi meminta dan mendukung MK agar melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksinya sehingga lahir putusan sesuai dengan prinsip kemanusiaan, keadilan, dan demi kedaulatan NKRI.

Sesuai tahapan penyelesaian sengketa Pemilu untuk calon presiden dan calon wakil presiden di MK, hari ini jadwal sidang perdana gugatan yang dimohonkan pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sesuai dengan UU menyampaikan pendapat di muka umum, polisi akan membubarkan mereka jika batas waktu aksi pukul 18.00 tidak diindahkan. [***]

 

Komentar Facebook